Kurs Rupiah Menguat Drastis Pasca Rilis Neraca Perdagangan RI

Bonus Welcome Deposit FBS

Referensi nilai tukar resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) melonjak dari Rp14,153 menjadi Rp14,067 dalam perdagangan hari Senin ini (15/4). Kurs USD/IDR dalam perdagangan spot mata uang juga anjlok sekitar 0.7 persen ke level Rp14,055, level terendahnya sejak awal Maret lalu. Apresiasi kurs Rupiah kali ini berhubungan dengan rilis neraca perdagangan RI yang lebih baik dari ekspektasi, menjelang digelarnya pemilu akbar pada pertengahan pekan.

Kurs Rupiah Menguat Drastis Pasca Rilis Neraca Perdagangan RI

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan mengalami kenaikan surplus dari 0.33 Miliar Dolar AS menjadi 0.54 Miliar Dolar AS pada bulan Maret, meski sebelumnya diperkirakan bakal defisit 0.18 Miliar Dolar AS. Kenaikan surplus perdagangan tersebut diraih khususnya berkat penurunan impor.

Impor tercatat -6.76 persen (Year-on-Year) selama bulan Maret, lebih rendah dibandingkan estimasi -3.76 persen. Sementara itu, ekspor Indonesia masih tertekan dengan laju -10.01 persen (Year-on-Year) dalam periode yang sama, dua kali lipat lebih buruk ketimbang estimasi yang dipato pada -4.50 persen.

Dhwani Mehta dari FXStreet mencatat, “Perlu diperhatikan bahwa Rupiah bisa meningkat lebih jauh menjelang pemilihan umum pada hari Rabu, 17 April besok, karena kondisi teknikal mendukung USD/IDR bearish.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 24/10/2018 - VALE INDONESIA RAIH LABA US$55,21 JUTA HINGGA SEPTEMBER

Sehubungan dengan gelaran pemilu tersebut, sejumlah analis dari perbankan dan lembaga keuangan dunia mengklaim bahwa kurs Rupiah saat ini telah memperhitungkan probabilitas kemenangan kembali Presiden Joko Widodo. Dengan kata lain, hasil pemilu yang memenangkan Presiden Jokowi boleh jadi tak akan terlalu mengusik kurs Rupiah. Sebaliknya, hasil pemilu yang memenangkan rivalnya, Prabowo, berpotensi mengakibatkan pelemahan kurs Rupiah dan mengakibatkan kejatuhan IHSG untuk sementara waktu karena tingginya faktor kejutan.

Terlepas dari itu, mayoritas analis tetap optimis mengenai proyeksi ekonomi Indonesia maupun outlook kurs Rupiah ke depan. Beberapa faktor pendukung apresiasi Rupiah yang datang dari dalam maupun luar negeri diperkirakan akan terus berlanjut, tak peduli siapa pemenang pemilu mendatang. Faktor-faktor itu antara lain dihentikannya siklus kenaikan suku bunga Amerika Serikat, potensi keberhasilan perundingan damai antara AS-China, pemulihan pertumbuhan ekonomi global, serta peningkatan arus dana asing yang masuk Indonesia sejak awal tahun.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply