Kurs Rupiah Menguat Dua Hari Beruntun, IHSG Menghijau

Bonus Welcome Deposit FBS

Kurs Rupiah akhirnya mencatatkan penguatan dua hari beruntun terhadap Dolar AS, setelah sebelumnya merosot konsisten selama lebih dari sepekan. Referensi resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menanjak dari Rp14,927 ke Rp14,891 kemarin, dan naik lagi ke Rp14,884 pada perdagangan hari Jumat ini (7/September). Sementara itu, pasangan mata uang USD/IDR pada platform FX_IDC terpantau melorot 0.47 persen intraday ke Rp14815.

Penguatan kurs Rupiah terhadap Dolar AS kali ini tak lepas dari upaya pemerintah bersama instansi terkait, serta sentimen regional. Mata uang-mata uang Asia mengalami penguatan hari ini, dengan kinerja terbaik dicapai oleh Peso Filipina dan Rupiah.

Kementrian Keuangan telah mengumumkan akan menaikkan bea impor atas barang-barang tertentu yang tersedia substitusinya di Indonesia, termasuk perlengkapan mandi seperti sabun dan shampoo. Sementara itu, Bank Indonesia memperketat peraturan mengenai pembawaan Uang Kertas Asing(UKA) dengan pengenaan sanksi efektif mulai 3 September 2018.

Laporan Cadangan Devisa Indonesia tadi siang menyebutkan terjadinya penurunan dari 118.30 Miliar menjadi 117.90 Miliar Dolar AS pada bulan Agustus. Hal ini juga mengindikasikan digunakannya sejumlah cadangan devisa untuk menanggulangi kemerosotan kurs Rupiah.

Baca Juga:   Outlook Mingguan GBP / USD : 23 - 27 Juni 2014

Sejalan dengan penguatan kurs Rupiah kali ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1.30 persen ke level 5,851.46 pada penutupan perdagangan sesi kedua. Sembilan dari sepuluh sektor mengalami kenaikan, dengan persentase perubahan terbaik dicapai oleh sektor Aneka Industri sebesar 4.42 persen, disusul oleh sektor Manufaktur sebesar 2.56 persen. Hanya sektor Perdagangan saja yang masih memerah dengan angka -0.11 persen.

Investor asing mencatat jual bersih Rp280.18 Miliar. Akan tetapi, perdagangan Bursa Efek Indonesia masih ramai dengan frekuensi 314.955 kali transaksi melibatkan sebanyak 9.1 miliar lembar saham senilai Rp 7.8 triliun. Diantara semua saham yang melantai di bursa, sebanyak 245 saham menguat, 122 saham melemah dan 126 saham stagnan.

Sayangnya, performa prima kurs Rupiah dan IHSG pekan ini belum tentu berlanjut hingga pekan depan. Rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat malam ini bisa menghadirkan kejutan bagi pelaku pasar. Apalagi, perang dagang antara AS dan Tiongkok masih berlanjut dan kemungkinan menyeret negara-negara berkembang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply