Kurs Rupiah Menguat Ke Rp14,800 Per Dolar Berkat DNDF

Bonus Welcome Deposit FBS

Kurs Rupiah menguat drastis dalam beberapa hari terakhir, hingga pasangan mata uang USD/IDR mendarat pada level Rp14,803 pada perdagangan hari Selasa ini (6/November). Referensi resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga menguat dari Rp14,972 menjadi Rp14,891 per Dolar AS. Menurut Bank Indonesia (BI), pergerakan ini berkaitan dengan dirilisnya instrumen kontrak perdagangan mata uang berjangka atau DNDF (Domestic Non-deliverable Forward).

Kurs Rupiah Menguat Kembali

DNDF adalah instrumen keuangan alternatif yang dibuat untuk memungkinkan bank melakukan transaksi lindung nilai (hedging) atas risiko nilai tukar dengan nasabah atau pihak lain. Transaksi yang diharapkan mampu mendukung upaya stabilitas nilai tukar rupiah tersebut resmi berlaku mulai 28 September 2018 lalu. Menurut Bank Indonesia, hingga kini sudah 30 bank berkomitmen pada aturan DNDF ini.

Berikutnya, untuk menganekaragamkan instrumen kebijakan moneter, Bank Indonesia telah merencanakan peenrbitan surat utang syariah (sukuk) bertenor 2 pekan, 1 bulan, hingga 3 bulan. Penerbitan surat utang syariah tersebut bakal didiskusikan dalam rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia berikutnya.

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 05/10/2018 - JASA MARGA SAMBUT KUNJUNGAN MAHASISWA DI JALAN TOL PANDAAN-MALANG

Sementara itu, IHSG tercatat menguat tipis 0.056 persen saja dalam perdagangan hari ini ke level 5,923.93, masih di dekat kisaran terendah tahun ini. Sebanyak empat dari sembilan sektor saham mengalami penurunan, yaitu sektor Consumer (-1.22 persen), Agri (-0.91 persen), Aneka Industri (-1.66 persen), dan Infrastruktur (-0.14 persen). Sementara itu, lima sektor menunjukkan performa paling prima berturut-turut adalah sektor Mining (1.07 persen), Properti (0.97 persen), Finance (0.75 persen), Perdagangan (0.74 persen), dan Industri Dasar (0.22 persen).

Dari luar negeri, keresahan mengenai hasil Mid-term Elections yang digelar di Amerika Serikat hari ini telah membuat Dolar AS cenderung gamang versus mata uang lainnya. Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan Greenback terhadap sejumlah mata uang mayor juga tertahan pada level 96.34 dan gagal menanjak meskipun data ketenagakerjaan AS dirilis sangat bagus pada akhir pekan lalu. Saat ini, pelaku pasar masih meyakini kalau bank sentral AS (Federal Reserve) bakal menaikkan suku bunga lagi pada bulan Desember mendatang, sehingga mencegah pelemahan Dolar AS lebih lanjut. Akan tetapi, hasil pemilu dikhawatirkan memunculkan risiko politik baru di pasar finansial, sehingga investor dan trader memilih untuk bersikap “wait and see”.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply