Kurs Rupiah Menguat Kembali Meski BI Pangkas Suku Bunga

Bonus Welcome Deposit FBS

Referensi nilai tukar resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menguat pesat dari Rp13,976 menjadi Rp13,913 dalam perdagangan hari Jumat ini (19/7). Kurs USD/IDR juga melemah sekitar 0.2 persen ke kisaran Rp13,930, bahkan sempat menyentuh level terendah awal pekan ini. Apresiasi nilai tukar mata uang bersimbol Garuda ini didukung oleh faktor dari dalam dan luar negeri.

Kurs Rupiah Menguat Kembali Meski BI Pangkas Suku Bunga

Dari luar negeri, Dolar AS terdepresiasi setelah sejumlah pejabat tinggi Federal Reserve mengisyaratkan sikap lebih dovish. Salah satunya, John Williams, mengatakan, “Lebih baik mengambil langkah preventif daripada menunggu hingga bencana terjadi. Saat Anda sudah meluncurkan begitu banyak stimulus, (maka) yang perlu dilakukan berikutnya adalah menurunkan suku bunga dengan segera ketika tanda-tanda perlambatan ekonomi sudah muncul.”

Pelaku pasar menerjemahkan pernyataan Williams sebagai dukungan bagi Fed agar memangkas suku bunga hingga 50 basis poin dalam rapat kebijakan yang akan diadakan tanggal 30-31 Juli mendatang. Konsekuensinya, Dolar AS mengalami pelemahan cukup parah terhadap sebagian mata uang mayor dan mata uang negara berkembang selama sesi Asia dan Eropa. Yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun juga makin terpuruk, kembali ke dekat level terendah multi-tahun.

Baca Juga:   Keuntungan GBP / USD Optimis Pada Data Pekerjaan U.K.

Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga 7 Day Reverse Repo Rate (7DRRR) sebanyak 25 basis poin pada hari Kamis, justru disambut dengan lebih hangat oleh pelaku pasar. Keputusan itu sudah selaras dengan ekspektasi, serta diharapkan dapat menggiatkan penyaluran pembiayaan perbankan ke rumah tangga konsumen dan para pebisnis. Penurunan suku bunga diperkirakan juga takkan memengaruhi daya tarik investasi, karena yield obligasi pemerintah Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan yield obligasi pemerintah negara-negara tetangga.

Pada gilirannya, hal ini diharapkan mampu mengakselerasi momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi, Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan sinyal bahwa pihaknya masih bisa melakukan pelonggaran kebijakan moneter tambahan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menanggapi perkembangan eksternal dan internal ini dengan baik. Skor IHSG menanjak 0.83 persen ke level 6,456.54 pada akhir perdagangan sesi siang. Sebanyak delapan dari sembilan sektor saham menghijau, khususnya sektor Industri Dasar, Manufaktur, dan Barang Konsumsi. Penurunan hanya dialami oleh sektor Aneka Industri.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply