Kurs Rupiah Menguat Pesat, Dekati Level 14 Ribu Lagi

Bonus Welcome Deposit FBS

Nilai tukar resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menguat tipis dari Rp14,156 menjadi Rp14,153 per Dolar AS dalam perdagangan hari Jumat ini (12/4), sementara kurs USD/IDR di pasar spot mata uang justru anjlok drastis hingga nyaris 0.4 persen ke level 14,090. Beberapa faktor memengaruhi apresiasi Rupiah kali ini, antara lain terkoreksinya Dolar AS dan meningkatnya minat risiko pelaku pasar global karena perbaikan data-data ekonomi China.

Kurs Rupiah Menguat Pesat

Data ekonomi terbaru dari China mengenai neraca perdagangan dan total pembiayaan baru menunjukkan kenaikan pesat dalam bulan Maret 2019. Ekspor di negeri Tirai Bambu itu telah meroket 14.2 persen (Year-on-Year) pada bulan Maret. Angka tersebut jauh lebih baik ketimbang rekor -20.8 persen pada bulan Februari, maupun estimasi awal yang hanya memproyeksikan kenaikan 7.3 persen. Sementara itu, impor masih loyo sehingga mendorong kenaikan surplus neraca dagang China yang cukup besar, dari 4.08 Miliar menjadi 32.65 Miliar Dolar AS.

Tak hanya itu. Data pembiayaan baru China meroket hingga 2.8 Triliun Yuan selama bulan Maret, jauh melampaui ekspektasi yang dipatok pada 1.8 Triliun Yuan. Penyerapan pinjaman yang amat pesat ini mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi dan iklim bisnis sudah mulai bergairah kembali, sehingga menumbuhkan harapan di benak investor mengenai prospek pemulihan ekonominya dalam kuartal II/2019.

Baca Juga:   Dolar Naik Ke Tertinggi 6 Minggu

Perbaikan minat risiko investor ikut mendongkrak permintaan atas mata uang-mata uang negara berkembang dan mitra dagang China lainnya, termasuk Rupiah. Padahal, pergerakan Rupiah cukup lesu sebelum data-data tersebut dipublikasikan, bahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun terpantau mengalami penurunan.

Terlepas dari itu, pelaku pasar masih menyoroti berbagai perkembangan terkait penyelenggaraan pemilu beberapa hari lagi. Sejumlah analis mengklaim bahwa kurs Rupiah saat ini telah sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan terpilihnya lagi incumbent, sehingga kurs bisa jadi selip jika hal itu gagal terealisasikan. Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia yang tetap tangguh diekspektasikan bakal mendorong kurs Rupiah terapresiasi lagi sepanjang sisa tahun ini. Apalagi bila konflik perdagangan global mulai mereda dan pertumbuhan ekonomi negara-negara ekonomi terbesar benar-benar pulih kembali.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply