Kurs Rupiah Menguat Pesat Pasca Pengumuman Fed dan BI

Bonus Welcome Deposit FBS

Referensi nilai tukar resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat penguatan tiga hari beruntun. Pada penghujung hari ini (20/6), nilai tukar Rupiah tercatat bertengger pada level Rp14,236. Kurs USD/IDR di pasar spot mata uang juga tumbang secara signifikan sebesar 0.6 persen ke level Rp14,180, posisi terkuatnya sejak akhir April 2019.

Apresiasi kurs Rupiah kali ini selaras dengan tren penguatan mata uang kawasan versus Dolar AS yang dipicu oleh pernyataan bank sentral AS (Federal Reserve) tadi pagi. Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga 7DRRR stabil pada level 6 persen, sehingga tak banyak menggoyang pasar.

Kurs Rupiah Menguat Pesat Pasca Pengumuman Fed dan BI

Dalam pengumuman hasil rapat FOMC tadi pagi, Federal Reserve menyatakan akan membiarkan suku bunga tetap dalam kisaran 2.25% to 2.5% untuk saat ini, tetapi mengakui bahwa alasan untuk memangkas suku bunga sudah bertambah. Isi pernyataan hasil rapat tersebut membuat pelaku pasar meningkatkan ekspektasi mereka untuk pemangkasan suku bunga Fed bulan depan. Bahkan, ada suara-suara yang menyebutkan kalau pemangkasan itu bisa jadi bukan hanya 25 basis poin, melainkan hingga 50 basis poin.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 19/05/2019 - DUKUNG TARGET REVENUE 2019, TMAS BAKAL BOYONG TIGA UNIT KAPAL BARU

Selaras dengan ekspektasi itu, Greenback menghadapi aksi jual pesat terhadap mata uang lain. Mata uang Asia yang sudah terperosok jauh pun berhasil bangkit kembali, termasuk Rupiah Indonesia, Yuan China, Baht Thailand, dan Won Korea Selatan.

Mirip dengan Fed, Bank Indonesia memutuskan untuk membiarkan suku bunga tetap atas dasar terkendalinya laju inflasi domestik, serta sejumlah argumen lain. Bedanya, Bank Indonesia tak biasa memberikan kisi-kisi untuk mempersiapkan pasar menghadapi perubahan kebijakan di masa depan. Dengan demikian, pelaku pasar saat ini tak banyak berspekulasi, meski ada himbauan agar BI ikut merencanakan pemangkasan suku bunga sebagaimana dilakukan oleh bank-bank sentral lain.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru lengser 3.56 persen ke level 6,335.70 dalam perdagangan hari ini, padahal bursa saham Asia lain mengalami kenaikan dalam merespons pengumuman kebijakan Federal Reserve. Dari sembilan sektor saham, sebanyak lima sektor mengalami penurunan. Hanya empat sektor yang menanjak lebih tinggi, yakni sektor Industri Dasar, Properti, Tambang, dan Agri.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply