Kurs Rupiah Menguat Pesat Pasca Pernyataan Ketua Fed

Bonus Welcome Deposit FBS

Referensi nilai tukar resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menguat dari Rp14,350 ke Rp14,105 pada perdagangan hari Senin (1/7), dikarenakan memburuknya outlook Dolar AS. Kurs USD/IDR di pasar spot mata uang juga anjlok 1.88 persen ke kisaran Rp14,075. Penguatan Rupiah ini ditunjang pula oleh kenaikan indeks keyakinan konsumen Indonesia di penghujung tahun lalu.

Kurs Rupiah Menguat Pesat Pasca Pernyataan Ketua Fed

Faktor utama yang mempengaruhi sentimen pelaku pasar hari ini adalah pernyataan ketua pengambil kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Reserve), Jerome Powell, pada hari Jumat. Di hadapan forum American Economic Association, Powell mengatakan bahwa laju kenaikan suku bunga tidak berada dalam sebuah jalur yang telah ditentukan dan akan sensitif pada risiko-risiko yang timbul di pasar. Ia pun menyiratkan akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga dengan memperhatikan perkembangan risiko-risiko pasar terkini.

Meskipun data ketenagakerjaan AS yang dirilis lebih awal menunjukkan angka positif, tetapi pernyataan Powell membuat pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Fed sebanyak dua kali dalam tahun ini. Sejumlah analis menilai masih ada peluang bagi Fed untuk menaikkan suku bunga. Akan tetapi, kabar itu telanjur menghantam Dolar AS yang tengah dibebani isu Government Shutdown akibat konflik Gedung Putih dan Parlemen AS mengenai rencana anggaran pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko.

Baca Juga:   Saham LINK KAMIS 22/03/2018 (Berita Saham)

Prospek dihentikan atau diperlambatnya laju kenaikan suku bunga AS berpengaruh sangat besar, karena apresiasi Dolar AS sepanjang tahun 2018 terutama disebabkan oleh kenaikan suku bunga bertahap yang dilancarkan oleh The Fed.

Di samping itu, sentimen pelaku pasar terhadap mata uang negara berkembang membaik sehubungan dengan dimulainya perundingan perdagangan antara AS dan China di Beijing hari ini. Selama tidak muncul rumor negatif dari perundingan tersebut, maka kurs Rupiah dan mata uang negara berkembang lainnya berpotensi melanjutkan penguatan.

Nyaris semua mata uang Asia menguat pada perdagangan hari Jumat lalu, sejalan dengan perkembangan berbagai sentimen positif di atas. Di sisi lain, kurs Rupiah juga ditunjang publikasi data Consumer Confidence Index yang meningkat dari 122.7 menjadi 127.0 pada bulan Desember. Ini merupakan angka tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply