Kurs Rupiah Menguat Setelah Fed dan BI Tak Ubah Suku Bunga

Bonus Welcome Deposit FBS

Referensi nilai tukar resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menguat dari level Rp14,231 menjadi Rp14,102 dalam perdagangan hari Kamis ini (21/3), sementara kurs USD/IDR merosot 0.32 persen ke level Rp14,135. Mayoritas analis sepakat kalau penguatan kurs Rupiah kali ini berhubungan dengan pengumuman kebijakan bank sentral AS terbaru.

Kurs Rupiah Menguat Setelah Fed dan BI Tak Ubah Suku Bunga

Sebagaimana diketahui, bank sentral AS (Federal Reserve) kemarin tak mengumumkan untuk tidak merubah suku bunganya serta menyampaikan pergeseran bias kebijakan moneter dari hawkish menjadi dovish. Grafik dot plot terbaru menggambarkan proyeksi kenaikan suku bunga sebesar nol dalam tahun ini, serta hanya satu kali saja untuk tahun depan. Selain itu, Fed juga bakal menghentikan program pengurangan neraca (balance sheet) dalam semester kedua tahun 2019.

Lana Soelistianingsih dari Samuel Asset Management mengatakan kepada Antara, “Perlambatan proyeksi pertumbuhan ekonomi Fed dan peningkatan tingkat pengangguran mensinyalkan perlambatan ekonomi Amerika Serikat, walaupun hal itu tak bisa disebut sebagai resesi”. Sejalan dengan itu, ia mengestimasikan kalau Rupiah akan bergerak pada kisaran Rp14,150-Rp14,180 per Dolar AS.

Baca Juga:   Minyak Turun Saat Output Amerika Utara Saat Melonjaknya Produksi, Secara Keseluruhan Pasar Tetap Kuat

Senada dengan Lana, Ahmad Mikail dari Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan bahwa apresiasi Rupiah dipicu oleh pernyataan dovish yang disampaikan oleh pimpinan Federal Reserve, Jerome Powell. Lebih lanjut, ia menilai faktor-faktor eksternal telah menyebabkan investasi global beralih kembali ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Mikail pun mengekspektasikan nilai tukar Rupiah akan berada pada kisaran Rp 14,100-Rp 14,150.

Sementara itu, direktur Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan bahwa Rupiah punya peluang menguat hingga ke bawah Rp14,000 per Dolar AS. Penyebabnya karena kebijakan Fed yang dovish, serta data ekonomi domestik yang lebih baik.

Dalam catatan berbeda, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia hari ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6.00 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5.25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6.75 persen. Keputusan tersebut diambil dengan fokus untuk menjaga stabilitas eksternal. Sedangkan untuk mendorong permintaan domestik, BI akan memilih instrumen kebijakan lain seperti memperkuat sistem pembayaran dan mendukung keuangan inklusif.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply