Larangan Impor China Disebut Palsu, Dolar Australia Menguat

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia menguat lebih dari 0.5 persen ke kisaran 0.7174 terhadap Dolar AS pada perdagangan hari Senin ini (25/2), setelah meroket cukup tinggi di penghujung hari Jumat lalu. Serangkaian reli Aussie ini berhasil menutup kemerosotan yang dideritanya pada pertengahan pekan lalu setelah sempat merebak kabar bahwa pelabuhan Dalian, China, melarang masuknya impor batu bara asal Australia.

Larangan Impor China Disebut Palsu, Dolar Australia Menguat

Dalam sebuah konferensi pers pada hari Jumat, juru bicara Kementrian Luar Negeri China, Geng Shuang, mengatakan bahwa laporan mengenai pelarangan impor batu bara asal Australia oleh pelabuhan Dalian itu adalah palsu. Sebagaimana dikutip oleh kantor berita Bloomberg, Geng mengatakan, “Berdasarkan informasi yang saya terima, semua pelabuhan di China menerima deklarasi impor batu bara, termasuk dari Australia”.

Ia mengakui bahwa pabean China tengah meningkatkan upaya untuk menganalisis dan memonitor kualitas dan keamanan batu bara impor. Namun, hal itu berlaku secara umum demi keamanan lingkungan, bukan disasarkan secara khusus pada batu bara asal Australia.

Di sisi lain, minat risiko pasar dilonjakkan oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu, sehingga mendorong penguatan mata uang-mata uang komoditas seperti Dolar Australia. Trump menyatakan kesediaannya untuk menunda kenaikan tarif impor atas produk-produk China. Ia juga menyatakan akan segera menjadwalkan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping, apabila negosiasi perdagangan kedua negara berhasil mencapai kemajuan lebih besar.

Baca Juga:   Dolar Memegang Stabil Di Tengah Ketidakpastian Kenaikan Suku Bunga AS

Sejumlah analis memandang pernyataan Trump dengan skeptis lantaran kebiasaannya merubah sikap secara mendadak. Namun demikian, Ray Attrill dari National Australia Bank (NAB) mengungkapkan, “Wakil Perdana Menteri China Liu He di Washington menghadiri diskusi dan konferensi pers Trump, setuju bahwa ada ‘kemajuan besar’ dan bahwa dari perspektif China (kesepakatan dagang dengan AS) itu ‘kemungkinan besar akan terjadi’.”

Sebagai mata uang yang dianggap sebagai proxy China di pasar forex dan berkaitan erat dengan harga komoditas di pasar internasional, Dolar Australia cenderung menguat ketika terdapat kabar baik terkait negosiasi AS-China. Meski demikian, apabila kelak Trump berubah pikiran lagi, maka Aussie juga rentan tertekan kembali.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply