Lemahnya Kurs Rupiah Buat IHSG Bertahan Di Zona Merah

Bonus Welcome Deposit FBS

Referensi resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) hari Rabu ini (12/September) kembali melemah dari Rp14,835 menjadi Rp14,863. Sementara itu, kurs USD/IDR pada platform FX_IDC menurun tipis 0.18 persen ke Rp14,825, tetapi masih dekat kisaran paling buruk dalam dua puluh tahun terakhir.

Lemahnya Kurs Rupiah Buat IHSG Bertahan Di Zona Merah

Terpuruknya kurs Rupiah terhadap Dolar AS ke level terendah sejak krisis finansial dua dekade lalu, telah membebani saham-saham di pasar modal Indonesia. Pasalnya, pelemahan kurs Rupiah mengakibatkan peningkatan biaya bunga pinjaman valas dan meningkatkan tekanan atas Profit Margin perusahaan-perusahaan importir.

Menurut laporan Bloomberg hari ini, perusahaan-perusahaan Indonesia telah menggandakan pinjaman luar negeri mereka sejak tahun 2012. Data Bank for International Settlements menunjukkan kewajiban obligasi sebesar USD33.1 Miliar per akhir Maret. Pembayaran kembali obligasi tersebut tentu akan lebih sulit dilakukan ketika kurs Rupiah loyo.

Menurut Maynard Arif, pimpinan riset di DBS Vickers Securities, mayoritas perusahaan di Indonesia memperkirakan nilai tukar antara Rp13,500 hingga Rp14,000 tahun ini. Namun, nilai tukar telah tembus level Rp14,800 pekan lalu, sehingga rata-rata kurs tahun ini berkisar antara Rp13,989.

Baca Juga:   Yen Jepang Turun, BOJ Data Ekspor Lebih Lemah Dari Perkiraan

“Tak semua perusahaan telah menunjukkan dampak pelemahan Rupiah sepenuhnya pada pendapatan mereka di paruh pertama,” uja Arif, “Lebih banyak penyesuaian akan terjadi pada paruh kedua (tahun 2018), dan perusahaan-perusahaan ini harus mampu mencapai keseimbangan antara Profit Margin dan dampaknya pada penjualan jika harga dinaikkan.”

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merekam performa pasar modal Indonesia, telah merosot 8 persen tahun ini, di tengah eskalasi konflik perdagangan AS-Tiongkok dan terus menerus dinaikkannya suku bunga Amerika Serikat. Pada penutupan perdagangan hari Rabu ini (12/September), IHSG kembali mencatat minus 0.56 persen ke level 5.796 sehubungan dengan kenaikan bunga penjaminan LPS (LPS Rate) yang dikhawatirkan akan membebani sektor Finance.

Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) menaikkan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan rupiah dan valas. Bunga penjaminan untuk simpanan rupiah di bank umum dan BPR masing-masing naik 25 basis poin ke 6.5 persen dan 9 persen, sementara bunga penjaminan simpanan valas di bank umum naik 50 basis poin ke 2 persen. Hal ini bisa meningkatkan biaya dana di sektor Finance, sekaligus berpotensi menurunkan Net Interest Margin (NIM).

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply