Libur Imlek, Dolar AS Menguat Karena NFP Lampaui Ekspektasi

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) meroket lebih dari 0.1 persen ke kisaran 95.72 pada perdagangan sesi Eropa hari Senin ini (4/2), sementara volatilitas cenderung rendah karena sejumlah bursa Asia ditutup karena libur Imlek. Rilis data Nonfarm Payroll (NFP) yang dirilis pada akhir pekan telah mendorong penguatan Greenback terhadap mata uang – mata uang mayor, meskipun masih dibayangi sikap dovish bank sentral AS.

Dolar AS Menguat Berkat NFP Lampaui Ekspektasi

Pada hari Jumat, US Bureau of Labor Statistics melaporkan bahwa Non-farm Payroll mengalami peningkatan dari 222k menjadi 304k dalam bulan Januari. Peningkatan ini sangat mengejutkan, karena pelaku pasar sebelumnya mengestimasikan penurunan ke sekitar 165k. Walaupun komponen data ketenagakerjaan lainnya mencatat rekor negatif sebagai imbas dari US Government Shutdown, tetapi laporan NFP secara umum dinilai solid.

“Non-farm Payroll menunjukkan angka kuat dan mendukung Dolar. Fed yang dovish telah memukul (nilai tukar) Dolar/Yen, tetapi penguatan saham dan data AS yang solid telah mendorong terjadinya kenaikan kembali (Dolar AS) ini,” ujar Nick Twidale dari Rakuten Securities, sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Saat berita ditulis, pasangan mata uang USD/JPY telah meningkat 0.33 persen ke kisaran 109.86, EUR/USD berkonsolidasi di sekitar 1.1447, dan GBP/USD merosot 0.20 persen ke kisaran 1.3053. Dolar AS juga unggul terhadap trio comdoll Dolar Australia, Dolar New Zealand, dan Dolar Kanada.

Baca Juga:   Aussie, Yen Melemah Karena Perhatian Berubah Menuju Federal Reserve

Laporan ketenagakerjaan tersebut meringankan kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi AS, serta memupus ekspektasi penurunan suku bunga. Yield obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahunan mengalami rebound dari level terendah satu bulan ke kisaran 2.69 persen pada hari ini, sehingga turut menunjang apresiasi Dolar AS.

Dalam sepekan ke depan, tak banyak rilis data ekonomi berdampak besar lainnya dari Amerika Serikat. Namun, publikasi laporan Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor non-manufaktur besok Selasa (22:00 WIB) kemungkinan akan menjadi fokus untuk mengukur apakah kekhawatiran pasar mengenai perlambatan ekonomi AS masih relevan atau tidak. Apabila data aktual PMI Non-Manufaktur tersebut juga lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar, maka terbuka kemungkinan kalau bank sentral AS akan merubah ekspektasi dovish-nya belakangan ini menjadi lebih bullish.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply