Lonjakan GDP April 2019 Dorong Dolar Kanada Catat Kinerja Terbaik

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/CAD melorot lagi dalam perdagangan hari ini (28/6), setelah rilis data GDP Kanada bulan April 2019 yang jauh melampaui ekspektasi. Saat berita ditulis pada pertengahan sesi New York, USD/CAD diperdagangkan di sekitar level 1.3088, dekat level terendahnya sejak Januari. Data ini juga mendorong Dolar Kanada menjadi mata uang mayor berkinerja terbaik dalam sepekan, di samping mengokohkan BoC sebagai satu-satunya bank sentral mayor yang tidak diperkirakan akan memangkas suku bunga dalam tahun ini.

Lonjakan GDP April 2019 Dorong Dolar Kanada Catat Kinerja Terbaik

Badan Statistik Kanada melaporkan bahwa pertumbuhan GDP bulan April 2019 mencapai 0.3 persen (Month-over-Month). Laju tersebut lebih rendah dibandingkan pencapaian 0.5 persen pada bulan sebelumnya, tetapi jauh di atas estimasi pasar yang hanya 0.1 persen. Data tersebut mendongkrak laju GDP tahunan dari 1.4 persen menjadi 1.5 persen.

“Kenaikan April datang dari sumber daya (pertambahan migas), penjualan borongan, beragam jasa, mengimbangi pelemahan output pabrikan dan ritel. Produksi barang menurun 1% dibandingkan setahun lalu, merefleksikan kemunduran di bidang tambang dan konstruksi,” kata Avery Shenfeld, pimpinan ekonom di CIBC Capital Markets. Meski demikian, ia menilai, “Kuartal II nampaknya menuju kenaikan GDP solid dengan sendirinya, cukup untuk membuat Bank of Canada (BoC) tak merubah pesan kebijakan untuk saat ini.”

Baca Juga:   Saham Eropa Lebih Tinggi Karena Keuntungan Bank

Secara annualized, pertumbuhan GDP mencapai 0.4 persen pada kuartal pertama tahun 2019. Skor tersebut selaras dengan ekspektasi pasar, tetapi di atas forecast BoC yang hanya 0.3 persen. Berdasarkan pertimbangan ini, maka investor memperkirakan BoC akan mempertahankan suku bunga tetap pada level 1.75 persen hingga pertengahan tahun 2020. Meski pernyataan BoC terakhir menyatakan kehendak untuk memantau “belanja rumah tangga, pasar minyak, dan kondisi perdagangan global” sebelum mengambil kebijakan, tetapi pelaku pasar menganggap pemangkasan suku bunga tak mungkin dilakukan selama GDP tetap tangguh.

Di sisi lain, Dolar AS telah melemah cukup parah dalam sepekan terakhir karena peningkatan ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentralnya, Federal Reserve. Hingga kini, pasar masih meyakini bahwa Fed akan memangkas suku bunganya sebanyak dua kali dalam tahun ini dari 2.5 persen sekarang hingga mencapai 2 persen sebelum Natal.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply