Macron Setuju Amandemen Brexit Deal, Sterling Melonjak 1 Persen

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD mendadak meroket lebih dari 1 persen ke kisaran 1.2273 pada awal perdagangan sesi New York hari Kamis ini (22/8). Sterling juga menguat dalam besaran kurang lebih sama versus Euro dan Yen Jepang. Pemicunya adalah pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel yang membuka prospek amandemen draft kesepakatan brexit antara Uni Eropa dan Inggris.

Macron Setuju Amandemen Brexit Deal Sterling Melonjak 1 Persen

Kemarin, Sterling sempat loyo akibat dinginnya respons sejumlah petinggi Uni Eropa terhadap surat permohonan PM Inggris Boris Johnson mengenai renegosiasi draft kesepakatan brexit. Namun, mata uang ini langsung terakselerasi setelah Merkel dan Macron menyampaikan pandangan mereka pasca pertemuan tertutup dengan PM Boris Johnson.

Di The Hague, Kanselir Angela Merkel menyatakan bahwa solusi mengenai perbatasan Irlandia dapat ditemukan sebelum deadline brexit tanggal 31 Oktober mendatang. Katanya, “Kita bisa menenmukan sebuah solusi bagi backstop sebelum 31 Oktober…kita bisa bekerjasama untuk menemukan rezim yang menjaga (berlangsungnya) perjanjian Good Friday sekaligus memastikan integritas pasar tunggal (Uni Eropa).”

Baca Juga:   Aussie Bergerak Lebih Rendah, Keuntungan Kiwi Tanah Terhadap Mitra AS

Tak lama kemudian, Presiden Emmanue Macron menyampaikan komentar yang lebih signifikan mengenai bagaimana solusi dapat dicapai antara Inggris dan Uni Eropa. Menurut Macron, kepala negosiator Uni Eropa, Michel Barnier, bisa mencari solusi mengenai perbatasan Irlandia tanpa me-reshuffle total keseluruhan draft kesepakatan brexit.

“Kita semua harus bisa menemukan sesuatu yang cerdas dalam 30 hari dari kedua pihak, apabila ada itikad baik dari kedua pihak, dan saya yakin (itikad baik) itu ada,” tegas Macron.

Menyusul komentar kedua pemimpin paling terpandang di kawasan Uni Eropa tersebut, Poundsterling langsung meroket seketika di pasar keuangan global. Pelaku pasar menilai keduanya telah mengonfirmasi kemungkinan untuk menghindari “No-Deal Brexit” pada tanggal 31 Oktober mendatang, sehingga memperbaiki outlook Pounds dan prospek ekonomi Inggris secara substansial.

“Pertemuan Johnson/Merkel dan Johnson/Macron ini hanyalah langkah-langkah kecil untuk memecahkan kebuntuan, tetapi setidaknya mereka menunjukkan kesediaan dari kedua belah pihak untuk menghindari Inggris keluar dari Uni Eropa secara serampangan,” kata Mathias Van der Jeugt, seorang analis dari KBC Markets Brussels.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply