Manufaktur Inggris Terbaik Dalam 13 Bulan, Sterling Melonjak

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD meroket nyaris 0.6 persen ke kisaran 1.3108 pada pertengahan sesi Eropa hari Senin ini (1/4), setelah data Purchasing Managers’ Index (PMI) dipublikasikan. Sterling juga menguat 0.75 persen ke kisaran 145.50 versus Yen, sementara EUR/GBP merosot 0.35 persen ke level 0.8566. Rilis data PMI Manufaktur Inggris kali ini memberikan angin segar untuk sementara di tengah terus berlanjutnya kemelut Brexit.

PMI Manufaktur Tertinggi Dalam 13 Bulan

Pada hari Jumat lalu, Perdana Menteri Theresa May kembali gagal mendapatkan persetujuan parlemen bagi draft kesepakatan Brexit yang diajukannya. Dalam voting ketiga atas draft itu, PM May mendapatkan dukungan dari lebih banyak anggota parlemen Inggris dibandingkan dua kali voting sebelumnya, tetapi masih jauh dari perolehan persetujuan mayoritas. Ini artinya, Inggris lagi-lagi terancam akan mengalami “No-Deal Brexit” dalam dua pekan ke depan. Hal itu mengakibatkan GBP/USD sempat ambruk ke bawah ambang 1.3000 untuk kedua kalinya dalam sebulan terakhir.

Sesuai dengan kesepakatan dengan Uni Eropa sebelumnya, Inggris masih memiliki waktu hingga tanggal 12 April mendatang untuk memutuskan apakah akan keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun (No-Deal Brexit), atau menunda Brexit hingga jauh setelah pemilu parlemen Eropa. PM May dikabarkan tengah membujuk parlemen agar mengadakan voting keempat atas draft yang diajukannya, tetapi pelaku pasar pesimis mengenai prospeknya mendapatkan kepercayaan mayoritas.

Baca Juga:   Peso Meksiko Melonjak 2% Karena Kesepakatan Untuk Menghindari Tarif AS

Sementara menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai Brexit, pelaku pasar dikejutkan oleh laporan dari Markit/CIPS yang menyebutkan bahwa indeks PMI Manufaktur Inggris melejit drastis dari 52.1 menjadi 55.1 untuk periode Maret 2019. Ini merupakan pencapaian terbaiknya dalam 13 bulan terakhir, sehingga mendorong penguatan Poundsterling terhadap mata uang mayor lainnya secara nyaris serempak.

Walaupun demikian, penguatan Poundsterling masih dibatasi oleh ketidakpastian Brexit. Sebagaimana diungkapkan oleh David Cheetam dari broker XTB UK dalam catatannya sore ini, kenaikan PMI Manufaktur Inggris bulan Maret 2019 terutama dikarenakan maraknya penimbunan persediaan yang dilakukan oleh berbagai perusahaan menjelang deadline brexit. Oleh karena itu, lonjakan di sektor manufaktur ini kemungkinan tidak akan bertahan lama, dan penguatan Sterling pun masih ditentukan oleh perkembangan Brexit selanjutnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply