Manuver Politik Inggris Bikin Pound Rebound Terbatas

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/GBP sempat anjlok hingga nyaris 2 persen dalam perdagangan hari ini (12/8), demikian pula GBP/USD melonjak sekitar 0.5 persen ke kisaran 1.2100. Pemicunya bukan rilis data ekonomi berdampak tinggi, melainkan rumor terbaru mengenai manuver politik yang diharapkan dapat memblokir rencana PM Boris Johnson untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun (No-Deal Brexit). Namun, posisi Sterling perlahan surut kembali, karena banyak pihak meragukan efektivitas manuver tersebut.

Manuver Politik Inggris Bikin Pound Rebound

Sebagaimana diketahui, Poundsterling terpuruk di level terendah tahun ini sejak Boris Johnson dilantik menjadi perdana menteri Inggris. Keengganannya untuk berunding dengan Uni Eropa dan beragam arahan kebijakannya, telah mendorong kenaikan probabilitas “No-Deal Brexit” secara signifikan.

Pelaku pasar menemukan sepercik harapan baru dari laporan The Times baru-baru ini mengenai rencana sejumlah anggota parlemen Inggris untuk menggulingkan Johnson. Menurut laporan tersebut, para anggota parlemen akan mengajukan mosi tak percaya untuk melengserkan Johnson, kemudian memaksa pemerintah Inggris untuk memohon perpanjangan brexit kepada Uni Eropa sebelum mengadakan pemilu. Apabila sukses, manuver ini diharapkan dapat menghapus probabilitas terjadinya “No-Deal Brexit” selama beberapa waktu.

Baca Juga:   Yen Jepang Melemah Setelah BoJ, Data Aussie Naik

Sejumlah analis menilai kalau manuver yang digawangi oleh partai oposisi Inggris ini akan gagal. Meski suatu saat kelak akan tercapai suatu solusi dari kebuntuan brexit, tetapi harapan itu masih jauh dari terwujud. Masalahnya, para anggota parlemen Inggris dikenal terpecah-belah, sehingga pengajuan mosi tak percaya belum tentu sukses. Parlemen Inggris juga tak memiliki wewenang untuk menghapus opsi “No-Deal Brexit” untuk selamanya, meski mereka dapat menyampaikan penolakan terhadap alternatif itu.

“Prediksi terkuat saya tetap bahwa GBP masih bisa jatuh lebih jauh lagi untuk mengimbangi perkembangan politik terkini. Padangan konsensus (pasar), saya yakin, adalah bahwa pada akhirnya kelak sebuah kesepakatan ‘soft brexit’ akan dirundingkan, atau diadakan referendum kedua yang akan mencegah (Inggris keluar dari Uni Eropa). Peluangnya telah bergeser secara signifikan dalam beberapa hari dan pekan terakhir, tetapi terlepas dari beberapa pelemahan belakangan ini, saya kira GBP perlu jatuh lebih jauh lagi (sebelum benar-benar pulih),” kata Jonathan Pierce dari Credit Suisse.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply