Meksiko Terancam Tarif AS, USD/JPY Capai Level Terendah 4 Bulan

Bonus Welcome Deposit FBS

Dalam perdagangan sesi Asia hari Senin ini (3/6), pasangan mata uang USD/JPY tumbang ke 108.22, kisaran terendahnya sejak bulan Januari. Penguatan Yen secara drastis terjadi sejak hari Jumat lalu, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penerapan kenaikan tarif bertahap bagi semua produk yang didatangkan dari Meksiko. Kenaikan tarif akan diberlakukan mulai tanggal 10 Juni mendatang selama Meksiko belum mampu mengendalikan arus imigrasi ilegal yang melintasi negaranya menuju AS.

USD/JPY Capai Level Terendah 4 Bulan

Meluasnya konflik perdagangan antara AS dengan negara selain China telah membuat investor melarikan dana-dananya ke aset-aset safe haven, khususnya obligasi pemerintah, Yen, Franc Swiss, dan Gold. Sejumlah analis bahkan mensinyalir bahwa selama masalah perdagangan terus berlanjut, minat risiko investor akan terus dibayangi oleh kekhawatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Chris Weston dari broker Pepperston, Australia, mengatakan kepada Reuters, “Berita (mengenai penerapan tarif AS bagi) Meksiko itu cukup menghantam. (Sebelumnya) tak seorangpun memperkirakan itu akan sama besarnya dengan China. Meksiko adalah mitra dagang yang sangat besar bagi Amerika Serikat.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 06/09/2019 - KEMENTERIAN ESDM AKAN BANGUN 1.000 SARANA AIR BERSIH

Menurut Weston, ancaman tarif impor Trump mendorong permintaan bagi mata uang-mata uang yang dianggap sebagai aset safe haven. Yen, secara khusus, sering bertindak sebagai safe haven di tengah gejolak politik dan keuangan, karena Jepang merupakan negara kreditor terbesar.

Menanggapi ancaman Trump, pada akhir pekan, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mensinyalkan kalau pihaknya bersedia memperketat kendali perbatasan guna meredakan ketegangan dengan Washington. Para pejabat AS dan Meksiko juga dikabarkan tengah bersiap-siap untuk bertemu di meja perundingan guna membahas ancaman Trump tersebut. Meski demikian, kabar tersebut belum mampu memudarkan kegelisahan investor dan trader.

Aksi jual di bursa saham global dikhawatirkan masih terus berlanjut hingga pekan ini. Masalahnya, pelaku pasar menyoroti pula konflik dagang AS-China. Pada hari Minggu, seorang pejabat senior China mengatakan bahwa Washington tak bisa menekan China dan menolak untuk menjawab pertanyaan mengenai apakah pemimpin kedua negara akan berjumpa dalam pertemuan G20 akhir bulan ini. Pejabat lain juga mengungkapkan bahwa China akan membuat daftar hitamnya sendiri yang berisi “nama-nama perusahaan AS yang tidak bisa diandalkan” dalam hubungan bisnis.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply