Mengapa Current Account Penting dalam Analisis Nilai Tukar Mata Uang

Bonus Welcome Deposit FBS

Anda mungkin sering melihat berita soal naik turunnya nilai mata uang, misalnya antara Rupiah dan Dolar Amerika, namun pernahkah Anda memikirkan penyebabnya ? Hal ini bisa jadi karena current account suatu negara yang mengalami perubahan drastis, sehingga memengaruhi nilai tukar mata uang negara tersebut terhadap mata uang negara lain yang lebih dominan di pasar uang dan ekonomi dunia, seperti Dolar Amerika atau Euro. Current account merupakan elemen penting dalam setiap analisis perubahan nilai tukar mata uang, sehingga setiap pelaku bisnis trading forex sebaiknya memahami konsep ini.

Current account harus dipahami untuk menganalisa dinamika mata uang, karena ada hubungan yang sangat erat antara kondisi current account dan dinamika nilai tukar mata uang suatu negara, yang pada akhirnya memengaruhi situasi bisnis dan kondisi ekonomi.

Pengertian Current Account

Current account sendiri diartikan sebagai selisih nilai setiap ekspor dan impor, termasuk dari jasa dan barang, tetapi tidak termasuk perhitungan hutang atau kewajiban. Current account adalah bagian penting dari neraca dagang suatu negara; dalam perhitungannya, current account akan menunjukkan apakah nilai ekspor impor suatu negara surplus atau minus. Jika ekspor lebih besar, maka nilai ekspor impor adalah surplus, begitu pula sebaliknya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa current account adalah indikator penting dari performa ekonomi suatu negara.

Current account harus dibedakan dari trade balance, yang juga merupakan indikator penting ekonomi suatu negara. Trade balance juga mengukur selisih ekspor impor, namun tidak ikut mengukur transfer dana seperti yang dilakukan current account. Hal ini karena current account juga mengukur keluar masuknya uang ke dan dari suatu negara, sehingga bisa menggambarkan keseluruhan dinamika finansial suatu negara.

Baca Juga : Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang

Baca Juga:   Tanda-Tanda Broker Forex Penipu (Scam)

Dengan memahami current account, analisis nilai tukar mata uang dapat dilakukan dengan lebih baik, dan pada akhirnya akan menunjukkan dinamika ekonomi suatu negara termasuk tingkat peluang investasi di negara tersebut.

Current Account Positif dan Negatif

Current account positif dan negatif dijelaskan sebagai berikut: ketika permintaan ekspor suatu negara lebih banyak dari permintaan impornya, maka ada lebih banyak uang yang masuk ke negara tersebut daripada yang keluar, sehingga current account dianggap surplus karena berada pada zona positif. Sebaliknya, jika permintaan impor lebih banyak dari ekspor, maka tentunya akan ada lebih banyak uang yang keluar dari negara tersebut, sehingga current account dianggap minus dan berada pada zona negatif. Semua penghitungan tersebut didasarkan pada transaksi yang dilakukan badan pemerintah maupun swasta, yang berkontribusi pada neraca perdagangan suatu negara.

Penghitungan uang yang masuk ke suatu negara seperti masuknya keuntungan investasi atau bahkan uang yang dikirimkan seseorang yang bekerja di luar negeri. Misalnya, seorang WNI yang bekerja di perusahaan di Amerika mengirim uang pada keluarganya yang tinggal di Indonesia; uang yang dikirimkan tersebut termasuk dalam perhitungan current account. Intinya, setiap kali suatu negara menghabiskan lebih banyak uang daripada menerimanya, berarti negara tersebut berada dalam kondisi dimana current account yang dimiliki negatif.
Dengan melihat keadaan ini, wajar jika current account menjadi indikator penting dalam menganalisis situasi nilai tukar mata uang suatu negara, terutama jika terkait pasar dunia dan bisnis internasional.

Pengaruh Current Account terhadap Nilai Tukar Mata Uang

Current account dianggap sebagai indikator penting dalam nilai tukar mata uang suatu negara; selain menentukan kuat-lemahnya nilai tukar mata uang, current account juga menentukan bisa tidaknya suatu negara melakukan investasi luar negeri. Dinamika current account terkait nilai tukar mata uang asing berlangsung seperti ini:

  • Jika permintaan pembelian lebih besar daripada penjualan ke luar negeri, permintaan akan mata uang lokal lebih sedikit karena mata uang asing lebih banyak diperlukan untuk membayar barang yang dibeli dari luar (barang impor). Akibatnya, nilai tukar mata uang negara menjadi melemah. Neraca dagang suatu negara pun menjadi defisit.
  • Jika permintaan penjualan lebih besar daripada pembelian, permintaan akan mata uang lokal menjadi bertambah karena negara lain harus membayar produk yang dibeli dengan mata yang lokal. Akibatnya, nilai mata uang lokal menjadi meningkat. Neraca dagang negara pun menjadi surplus.
Baca Juga:   Mengelola Kerugian Dalam Trading Forex

Hal positif dari poin kedua adalah adanya modal ekstra bagi negara dari surplus neraca dagang tadi. Selain nilai tukar mata uang menjadi meningkat, negara jadi punya modal lebih banyak untuk melakukan investasi ke luar negeri, dan semakin menambah devisa negara. Akibatnya, nilai tukar mata uang menjadi semakin stabil dan secara keseluruhan kondisi perekonomian juga membaik. Misalnya, dengan nilai tukar mata uang yang rendah dan stabil, harga bahan-bahan kebutuhan pokok juga lebih stabil dan terjangkau. Secara makro, hal ini berarti peningkatan kondisi perekonomian rakyat dan stabilitas negara tersebut.

Contoh dari dampak neraca dagang dan current account negatif misalnya krisis moneter Indonesia tahun 1997, yang mengakibatkan terpuruknya mata uang Rupiah dan memicu kenaikan harga barang serta masalah sosial seperti pemecatan besar-besara, mahalnya berbagai produk bahan pokok serta penurunan tingkat ekonomi masyarakat. Amerika Serikat juga menunjukkan gejala defisit di neraca dagang dan current account sejak tahun 1989, namun titik defisit tertinggi nampak di tahun 2011, yang mengakibatkan nilai asset luar negeri Amerika banyak yang menurun.

Baca Juga:   Tips Untuk Pemula yang Trading Forex Dengan Modal Minim

Karena pentingnya hubungan antara current account dan pengaruh nilai tukar mata uang, memahami berita-berita terkait kondisi neraca dagang, perkembangan ekspor dan impor suatu negara juga sangat penting untuk memahami dinamika nilai tukar mata uang. Ini bermanfaat bagi para pebisnis bidang keuangan seperti pedagang valas (trader forex) yang sering melakukan transaksi berdasarkan nilai tukar mata uang, misalnya memutuskan kapan harus menjual dan membeli. Bisnis forex dan sejenisnya yang memerlukan pemahaman terhadap dinamika mata uang pun akan menjadi lebih sukses.

Kesimpulan: Current Account Menentukan Dinamika Mata Uang

Perhitungan current account adalah hal yang penting bagi penentuan kondisi neraca dagang serta mata uang. Kondisi mata uang merupakan hal penting untuk menentukan banyak hal terkait mata uang, seperti keputusan jual beli saat berdagang valas. Hal ini penting karena bukan hanya pelaku forex individual saja yang memerlukannya, namun juga investor forex dan pelaku dari tingkat manajemen dan instansi. Berita-berita terkait gejolak neraca perdagangan dan current account akan menentukan perkiraan dinamika mata uang, yang pada akhirnya akan membantu Anda dalam bisnis atau investasi.

Pemerintah tentunya merupakan pihak yang harus memiliki banyak andil dalam mengatasi current account negatif. Jika sebuah negara memiliki situasi keuangan dimana neraca dagang menunjukkan angak negatif, pemerintah harus bertindak untuk mengurangi impor dan menambah ekspor. Dengan demikian, defisit neraca dagang bisa dikurangi, current account bisa menunjuk ke angka seimbang dan nilai tukar mata uang negara tersebut bisa terdongkrak.

Artikel Terkait Seputar Current Account

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply