Mengenal Apa itu Kartu Kredit

Bonus Welcome Deposit FBS

Apa sih Kartu Kredit ituTentunya, semua orang tahu apa itu kartu kredit. Kartu yang seringkali kita gunakan untuk melunasi transaksi ini merupakan sistem pembayaran yang diterbitkan oleh bank untuk menggantikan uang tunai pada transaksi. Tak hanya digunakan untuk mempermudah transaksi nasabahnya saja—seringkali bank menyematkan penawaran-penawaran tertentu sebagai bonus untuk para pengguna kartu kreditnya. Terkadang, orang-orang sering kali tertukar pengertian antara kartu kredit dan kartu debit. Berbeda dengan kartu debit, penggunaan kartu kredit sebagai metode pembayaran lebih banyak diterima di tempat-tempat lain, sementara hanya sedikit toko-toko yang menerima pembayaran dengan menggunakan kartu debit. Perbedaan lainnya adalah pada bentuk pinjamannya. Pada kartu debit, pinjaman yang dikeluarkan lebih mirip seperti check, artinya uang yang dikeluarkan bersumber langsung dari rekening nasabah. Sementara untuk kartu kredit, pinjaman yang diberikan berupa hutang, yang nantinya dilunasi pada saat tagihan diberikan. Intinya, jika dibandingkan dengan kartu debit, tentunya kartu kredit menawarkan lebih banyak kemudahan dalam bertransaksi. Yuk, kenali lebih lanjut mengenai kartu kredit ini!

Asal-Usul Kartu Kredit

Sebenarnya, kartu kredit sudah dijadikan alternatif metode pembayaran sejak tahun 1890, di Eropa. Konsep awal dari kartu kredit ini hampir serupa seperti sistem kredit tradisional di Indonesia, dimana pembeli membayar barang yang hendak dibeli dengan cicilan secara berkala. Penjual kemudian mengunjungi pembeli untuk menarik uang. Di bawah ini adalah bentuk-bentuk terdahulu dari kartu kredit.

· Charge Coin: Pada tahun 1800-1930, ada juga metode pembayaran kredit dengan menggunakan koin. Koin ini diberi nama charge coin. Charge coin ini terdiri dari beragam bentuk dan ukuran—umumnya terbentuk dari bahan-bahan seperti seluloid, logam, alumunium, baja, dan logam ringan lainnya. Setiap charge coin biasanya memiliki lubang kecil agar mudah disematkan pada gantungan kunci atau kalung supaya bisa dibawa kemana-mana. Charge coin ini biasanya diberikan kepada pelanggan di pusat perbelanjaan, hotel, dan sebagainya. Sama seperti kartu kredit modern, pada permukaan charge coin terdapat nomor dan nama pemilik akun, dan juga logo perusahaan yang mengeluarkannya. Pada masanya, charge coin merupakan alternatif pembayaran termudah. Sistem transaksi ini sendiri bekerja dengan mencetak sebuah slip pembayaran pada kertas dengan logo penjualan diatasnya. Penjual kemudian menyerahkan slip ini pada bank. Selanjutnya, bank yang akan menagih pembayaran kepada pembeli yang memiliki charge coin tadi.

Baca Juga:   20 Cara Menghasilkan Passive Income Dengan Mudah 2019

· Charga-Plate : Charga-plate yang dikembangkan pada tahun 1928 disebut-sebut sebagai pelopor dari kartu kredit, karena memiliki bentuk dan sistem kerja yang menyerupai kartu kredit modern yang sering kita jumpai saat ini. Charga-plate ini memiliki bentuk berupa kepingan logam berukuran 2 ½ x 1 ¼ cm. Permukaan charga-plate ini diukir dengan nama nasabah, kota dan negara tempat tinggalnya. Di bagian belakangnya ditempeli kertas kecil yang berfungsi sebagai tempat untuk menaruh tanda tangan nasabah. Untuk merekam pembelian, kepingan ini diletakkan pada sebuah mesin cetak. Kemudian secarik kertas diselipkan di antara mesin cetak dan permukaan kepingan. Setelah itu, mesin ditekankan sehingga data pembeli dan jumlah pembelian tercetak di atas kertas itu.

· Diners Club: Di tahun 1950, Diners Club mulai mengeluarkan kartu kredit sebagai sistem pembayaran di Amerika Serikat. Kartu kredit yang dicetak oleh Diners Club ini diterbitkan agar para pelanggan dapat menikmati makanan tanpa harus mengeluarkan uang tunai di restoran-restoran yang menggunakan sistem kartu Diners Club. Selanjutnya, Diners Club akan membayar restoran yang menggunakan sistem kartunya, dan pemegang kartu membayar tagihan langsung pada Diners Club.

Baca Juga:   Afiliasi dan IB Forex Broker dengan Komisi Rebate Tertinggi

Sistem Kerja Kartu Kredit

Untuk sistem kerja kartu kredit sendiri umumnya melibatkan antara kedua pihak yang saling berkepentingan dalam transaksi, yakni penjual dan pembeli. Pada saat nasabah hendak melaksanakan transaksi, nasabah menunjukkan kartu dan setelah menandatangani bukti transaksi. Selanjutnya, penjual akan menagih pembelian tersebut kepada bank atau lembaga pembiayaan lainnya berdasarkan bukti transaksi yang telah dilakukan oleh nasabah. Kemudian, bank akan membayar penjual sesuai dengan jumlah yang dikeluarkan oleh kartu kredit milik nasabah. Bank akan menagih pembayaran dari nasabah berdasarkan bukti pembelian yang telah diserahkan dalam tenggang waktu tertentu. Nasabah diharuskan untuk membayar sesuai dengan nominal yang tertera pada bukti pembayaran hingga tenggat waktu yang telah ditetapkan. Jika nasabah terlambat dalam membayar tagihan tersebut, maka nasabah akan dikenai bunga dan denda. Kartu kredit memiliki tiga tipe, yakni:

  • Kartu kredit Silver: Kartu kredit ini memiliki limit sekitar 3 – 4 juta, biasanya dimiliki oleh karyawan pada tingkat staff.
  • Kartu kredit Gold: Umumnya, kartu kredit ini dimiliki oleh karyawan pada tingkatan seperti supervisor atau manajer, dan memiliki limit sekitar 5 – 20 juta.
  • Kartu kredit Platinum: Kartu dengan limit hingga lebih dari 20 juta ini biasanya digunakan oleh direktur atau petinggi-petinggi dalam perusahaan.

Keuntungan Memiliki Kartu Kredit

Meskipun terkadang prosesnya menyulitkan, akan tetapi kartu kredit memiliki sejumlah fasilitas yang menarik. Berikut ini adalah keuntungan dari memiliki kartu kredit.

  • Fasilitas-fasilitas yang berlimpah: Berbeda dengan kartu debit, kartu kredit memiliki sejumlah fasilitas menarik, seperti misalnya diskon dan promo-promo tertentu. Selain itu pada toko-toko tertentu, terkadang pembayaran melalui kartu kredit terbilang lebih murah dibandingkan pembayaran melalui uang tunai. Kartu kredit juga lebih fleksibel untuk digunakan transaksi sebab kartu kredit diterima di berbagai tempat. Jika anda termasuk penikmat belanja online, maka kartu kredit dapat sangat mempermudah transaksi anda.
  • Aman : Jika anda kehilangan uang tunai anda, anda terpaksa harus gigit jari sebab uang tunai anda tidak bisa kembali lagi kecuali anda mengkonfrontasi langsung pencuri uang anda. Sebaliknya jika kartu kredit anda hilang, anda tinggal menghubungi bank penerbit kartu anda untuk memblokir kartu kredit yang hilang tersebut dan membuat kartu baru. Uang anda tetap tersimpan aman dalam rekening anda.
  • Menghindari boros: Dengan fitur limit pemakaian pada kartu kredit anda, anda bisa menghindari resiko boros. Di samping itu, setiap pengeluaran anda akan terekam sehingga mudah untuk melacak apa saja pengeluaran anda.
Baca Juga:   Bisnis Rumahan Dengan Modal Kecil untung Besar

Tips Untuk Menghemat Penggunaan Kartu Kredit

Memang, kartu kredit mempermudah kehidupan berbelanja kita, mengingat kita hanya perlu menggesekkan kartu ini untuk menuntaskan pembelian. Akan tetapi, jika anda berlebihan dalam menggunakan kartu ini, bukan kemudahan yang anda dapatkan, melainkan kerugian. Berikut ini adalah tips untuk menghemat penggunaan kartu kredit anda.

  • Jangan menunda-nunda pembayaran anda. Semakin lama anda menunda pembayaran anda, maka bunga dan denda akan semakin besar. Usahakan untuk membayar tagihan segera setelah anda mendapatkan gaji anda.
  • Seleksilah penggunaan kartu tersebut dengan bijak. Sebelum anda menggunakan kartu, pertimbangkan dulu apakah perlu atau tidak sebuah transaksi dilaksanakan dengan kartu kredit. Usahakan untuk menggunakan kartu kredit hanya ketika anda percaya anda mampu untuk membayar tagihannya.
Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply