Menjelang Rilis NFP, Dolar AS Ditekan Ekspektasi Suku Bunga

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar AS masih tertekan dalam perdangan sesi Eropa hari Jumat ini (7/Desember), setelah ditutup melemah pada hari Kamis lalu. Indeks Dolar AS (DXY) terpantau menanjak 0.13 persen ke kisaran 96.90, tetapi masih di bawah bayang-bayang candle bearish hari Kamis. Pelaku pasar kemungkinan menantikan rilis data Nonfarm Payroll (NFP) nanti malam, sembari memperhitungkan ulang probabilitas kenaikan suku bunga AS tahun 2019 mendatang.

Menjelang Rilis NFP, Dolar AS Ditekan Ekspektasi Suku Bunga

Dalam pidatonya dini hari tadi, pimpinan bank sentral AS (Federal Reserve/Fed) tak menyinggung masalah kebijakan moneter sama sekali. Padahal, setelah pidatonya pekan lalu mengindikasikan suku bunga sudah mendekati level netral, pelaku pasar menantikan sinyal lebih lanjut mengenai apakah mereka akan memangkas rencana kenaikan suku bunga tahun depan di tengah kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi.

Media Wall Street Journal juga baru saja melaporkan bahwa para pejabat Fed tengah mempertimbangkan apakah akan mensinyalkan sikap “wait and see” setelah menaikkan suku bunga bulan ini. Kabar tersebut menekan Dolar AS, meskipun kemerosotan minat risiko yang tengah melanda pasar biasanya mendorong pembelian Dolar.

Baca Juga:   Dolar Naik Ke Tertinggi 6 Minggu

Apabila Fed menaikkan suku bunga pada rapat tanggal 18-19 Desember mendatang, berarti itu akan menjadi kenaikan suku bunga keempatnya tahun ini. Akan tetapi, pasar lebih berfokus pada berapa kali kenaikan lagi yang akan dilakukan oleh Fed. Sebelumnya, Fed memproyeksikan akan ada dua kali kenaikan suku bunga pada 2019. Namun, saat ini muncul spekulasi kalau takkan ada kenaikan suku bunga sama sekali sepanjang tahun depan.

“Dolar berada di bawah tekanan baru karena (sebelumnya) pasar berharap puncak suku bunga AS yang lebih tinggi dan satu-satunya alasan Dolar tak lebih lemah dari levelnya sekarang adalah karena kekhawatiran soal pertumbuhan ekonomi juga meningkat,” ujar Ulrich Leuchtmann, pakar strategi forex di Commerzbank, pada Reuters.

Ekspektasi pertumbuhan global tahun depan yang dipatok oleh berbagai lembaga dunia telah direvisi turun akibat eskalasi konflik perdagangan. Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) bahkan memperkirakan kalau pertumbuhan global akan melambat dari 3.7 persen tahun ini, menjadi 3.5 persen pada 2019.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply