Minat Risiko Naik, Yen Jatuh Ke Level Terendah Tahun Ini

Bonus Welcome Deposit FBS

Pada akhir pekan lalu, Yen Jepang jatuh ke posisi paling lemah dalam tahun 2019, karena peningkatan minat risiko global. Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa hari Senin ini (15/4), pasangan mata uang USD/JPY terpantau telah menurun, tetapi masih diperdagangkan dekat kisaran 112.00. Sementara itu, EUR/JPY berada pada posisi tertinggi sejak pertengahan Maret lalu, dan GBP/JPY telah kembali beranjak ke level terkuat dalam sepekan terakhir.

Yen Jatuh Ke Level Terendah Tahun Ini

Kenaikan minat risiko pasar hari ini disinyalir berhubungan dengan munculnya tanda-tanda stabilisasi perekonomian China dan dimulainya musim rilis laporan keuangan korporasi Amerika Serikat. Investor memilih untuk melepas mata uang Safe Haven seperti Yen dan Franc Swiss guna mengincar aset-aset yang menawarkan imbal hasil dalam jumlah lebih besar.

Pasangan USD/CHF sedikit menguat dalam perdagangan hari ini pada kisaran 1.000, tetapi masih dekat kisaran terendah dua pekannya. Sementara itu, bursa saham AS justru reli hingga indeks S&P500 mencapai rekor tertinggi dalam enam bulan terakhir, didongkrak oleh lonjakan laba JP Morgan dan Walt Disney.

Baca Juga:   Outlook Mingguan AUD / USD : 03 - 07 Agustus 2015

Sebagaimana diketahui, data ekonomi China yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa ekspor telah rebound tajam pada bulan Maret dan pinjaman perbankan mengalami peningkatan pesat. Walaupun laju impor China masih lemah, tetapi keseluruhan data mengindikasikan bahwa upaya Beijing untuk menggenjot kembali perekonomiannya, telah mulai membuahkan hasil.

“Nampaknya, semua itu dimulai setelah (rilis) data China (pada) hari Jumat,” kata Kyosuke Suzuki, direktur forex di Societe Generale. Namun, ia menilai kalau pergerakan lebih lanjut di pasar mata uang untuk sementara ini akan terbatas. Menurut Suzuki, pelaku pasar akan merasa perlu untuk memeriksa data-data ekonomi berikutnya guna mengonfirmasi kekuatan ekonomi China, sementara masih ada ketidakpastian terkait negosiasi perdagangan AS-China dan Brexit.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Jepang dijadwalkan akan menggelar perundingan perdagangan bilateral dalam waktu dekat. Perundingan tersebut diperkirakan bakal memuat provisi mengenai intervensi mata uang. Perlu dicatat, Amerika Serikat kurang suka pada upaya devaluasi nilai tukar yang dilakukan oleh sejumlah negara, termasuk Jepang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply