Minyak Memperpanjang Keuntungan Karena Saudi Menjanjikan Pelemahan Ekspor

Bonus Welcome Deposit FBS

Oleh Osamu Tsukimori

TOKYO (Reuters) – Harga minyak memperpanjang kenaikan pada hari Selasa setelah Arab Saudi berjanji untuk mengekang ekspor dari bulan depan dan OPEC meminta beberapa anggota untuk meningkatkan pemenuhan pemotongan produksi guna membantu mengendalikan kelebihan pasokan global dan mengatasi harga yang lesu.

Keuntungan juga didukung oleh sebuah peringatan dari pimpinan eksekutif Halliburton bahwa pertumbuhan jumlah rig di Amerika Utara “menunjukkan tanda-tanda plateau,” mengaburkan ledakan produksi minyak serpih AS.

Minyak mentah Brent London untuk pengiriman September naik 30 sen atau 0,6 persen menjadi $ 48,90 per barel pada 02:06 GMT setelah menetap 1,1 persen pada hari Senin. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 31 sen atau 0,7 persen menjadi $ 46,65.

Dalam sebuah pertemuan tingkat menteri di St. Petersburg pada hari Senin, Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitra non-OPEC berkomitmen untuk memperluas kesepakatan yang ada untuk memangkas produksi sebesar 1,8 juta barel per hari. (Bpd) di luar bulan Maret 2018 jika perlu.

Baca Juga:   Analisa Teknikal SILVER 17 Mar 2017 (Tekanan Trader)

Menteri Saudi menambahkan bahwa negaranya akan membatasi ekspor minyak mentah sebesar 6,6 juta barel per hari pada Agustus, hampir 1 juta barel per hari di bawah tingkat tahun lalu.

OPEC juga sepakat bahwa Nigeria akan bergabung dalam kesepakatan tersebut dengan membatasi atau mengurangi outputnya dari 1,8 juta barel per hari, setelah stabil pada level tersebut dari 1,7 juta barel per hari baru-baru ini. Nigeria dibebaskan dari pemotongan output.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa tambahan 200.000 barel minyak per hari dapat dikeluarkan dari pasar jika kesepakatan dengan kesepakatan global untuk mengurangi produksi adalah 100 persen. Kepatuhan tersebut adalah 98 persen pada bulan Juni, kata kelompok tersebut.

“Dalam pandangan kami … pertemuan ini bertujuan untuk menyelamatkan muka dan mengalihkan perhatian pasar dari kepatuhan Irak yang buruk, ketahanan serpih, dan keluaran Libya yang sangat tinggi dan Nigeria,” kata bank Inggris Barclays (LON: BARC).

Persediaan minyak mentah komersial AS kemungkinan turun 3 juta barel pekan lalu, sebuah jajak pendapat awal Reuters menunjukkan pada hari Senin menjelang data oleh kelompok Industri American Petroleum Institute di kemudian hari.

Baca Juga:   Minyak Naik Kembali Ke Level Tertinggi 8 Bulan Di Tengah Pemadaman Pasokan Global

Kelompok industri American Petroleum Institute akan merilis data minyak mingguan pada pukul 4:30 malam. EDT (20:30 GMT) kemudian pada hari Selasa.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply