Minyak Merosot Di Tengah Penurunan Pasar Saham, Para Pedagang Menunggu Pertemuan OPEC

Bonus Welcome Deposit FBS

Oleh Henning Gloystein

SINGAPURA (Reuters) – Harga minyak merosot pada Kamis karena pasar saham merosot dan karena para pedagang mengamati sebuah pertemuan OPEC diperkirakan akan menghasilkan pemotongan pasokan yang bertujuan menguras kekenyangan yang telah menurunkan minyak mentah sebesar 30 persen sejak Oktober.

Minyak mentah Brent berjangka internasional (LCOc1) berada di $ 61,35 per barel pada 07:47 GMT, turun 21 sen, atau 0,3 persen dari penutupan terakhir mereka. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) (CLC1) AS berada di $ 53,17 per barel, turun 28 sen, atau 0,5 persen.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bertemu di kantor pusatnya di Wina, Austria, pada Kamis untuk memutuskan kebijakan produksinya berkoordinasi dengan produsen non-OPEC Rusia.

Ekspektasi adalah untuk pemotongan pasokan antara OPEC dan Rusia yang disepakati antara 1 dan 1,4 juta barel per hari (bpd). Dipimpin oleh Arab Saudi, produksi minyak mentah OPEC telah meningkat 4,1 persen sejak pertengahan 2018, menjadi 33,31 juta barel per hari.

Produksi minyak dari produsen terbesar dunia – OPEC, Rusia dan Amerika Serikat – telah meningkat 3,3 juta bpd sejak akhir 2017, menjadi 56,38 juta bph, memenuhi hampir 60 persen dari konsumsi global. Peningkatan itu sendiri setara dengan output dari produsen utama OPEC, Uni Emirat Arab.

Baca Juga:   Outlook Mingguan EUR / USD : 19 - 23 Mei 2014

MENGHASILKAN OUTLOOK

Pedagang mengatakan harga minyak juga sedang tertekan oleh pasar keuangan global yang lemah, yang melihat pasar saham jatuh pada hari Kamis.

Barclays (LON: BARC) bank mengatakan dalam Global Outlook yang diterbitkan pada hari Kamis bahwa “investor perlu menurunkan harapan mereka” dan bahwa “2019 seharusnya menjadi periode pengembalian yang lebih rendah dan volatilitas yang lebih tinggi”.

Bank Inggris mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan “ekonomi global akan melambat selama beberapa kuartal berikutnya” meskipun menambahkan bahwa “tidak satu ekonomi utama mendekati resesi.”

Penurunan keuangan juga telah memukul pasar minyak dengan keras. Sejak awal Oktober, minyak mentah telah kehilangan sekitar 30 persen dari nilainya di tengah lonjakan pasokan dan kekhawatiran bahwa kemerosotan ekonomi akan mengikis permintaan bahan bakar.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply