Negosiasi Brexit Alot, Sterling Ambruk Ke Level Terendah Sepekan

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD mencatat penurunan harian sekitar 0.25 persen ke level terendah sepekan pada kisaran 1.3144 di awal sesi New York hari Rabu ini (6/3). Pounds juga tunduk versus Yen dan Euro. Posisi GBP/JPY merosot sekitar 0.36 persen pada level 146.91, sedangkan EUR/GBP melonjak 0.17 persen ke level 126.31. Ketidakpastian terkait negosiasi Brexit antara Inggris dan Uni Eropa kembali menjadi faktor yang membebani Poundsterling, seiring dengan makin dekatnya deadline voting parlemen pada tanggal 12 Maret mendatang.

Poundsterling Ambruk Ke Level Terendah Sepekan

Dalam negosiasi antara Inggris dan Uni Eropa pada hari Selasa, Jaksa Agung Inggris, Geoffrey Cox, dan Menteri Urusan Brexit, Stephen Barclay, tak mampu mendapatkan persetujuan dari delegasi Uni Eropa untuk merevisi pasal-pasal terkait perbatasan Irlandia dalam draft kesepakatan Brexit. Padahal, diajukannya Geoffrey Cox yang merupakan pengacara paling senior di Inggris, sempat diharapkan dapat membawa angin segar.

Dengan gagalnya upaya negosiasi itu, maka draft kesepakatan Brexit kemungkinan akan gagal disetujui lagi oleh parlemen Inggris dalam voting tanggal 12 Maret. Solusi berikutnya yang tersisa hanya memperpanjang proses Article 50, atau dengan kata lain, menunda hari keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang sedianya akan dilakukan pada 29 Maret. Apabila hal itu, terjadi, Poundsterling bisa ikut terpuruk, karena mayoritas investor dan trader sudah telanjur memperhitungkan lolosnya draft tersebut dalam pengambilan keputusannya selama ini.

Baca Juga:   USD / CHF Bergerak Lebih Rendah Dalam Perdagangan Yang Tenang

Apalagi, opsi tersebut memunculkan ketidakpastian lain, karena perpanjangan hanya dapat dilakukan dengan persetujuan Uni Eropa. Apabila Uni Eropa menentukan masa perpanjangan yang terlalu lama, maka anggota kubu pro-Brexit di parlemen Inggris kemungkinan akan memilih untuk menyetujui saja draft yang diakukan oleh PM Theresa May, meskipun itu bukanlah opsi terbaik.

Selanjutnya, pelaku pasar akan terus memantau perkembangan dalam perundingan terkait Brexit antara Inggris dan Uni Eropa, karena tak ada jadwal rilis data ekonomi berdampak tinggi lagi dari Inggris dalam dua hari ke depan. Selain itu, rilis data Non-farm Payroll (NFP) dari Amerika Serikat pada hari Jumat juga akan menyita perhatian dan kemungkinan berimbas pada pasangan mata uang GBP/USD.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply