NFP Agustus Lampaui Ekspektasi, Dolar AS Melonjak

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) langsung melonjak 0.26 persen ke 95.28, membalikkan kemerosotan dua hari beruntun; setelah data Non-farm Payroll (NFP) dirilis lebih baik dibanding perkiraan sebelumnya. Mata uang-mata uang mayor turut bergolak pada pertengahan sesi New York hari Jumat ini (7/September), meski belum semuanya bertekuk lutut terhadap Dolar AS. Kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve makin tinggi dengan dukungan data ketenagakerjaan ini.

NFP Agustus Lampaui Ekspektasi, Dolar Melonjak

Kurang dari satu jam setelah berita dipublikasikan, pasangan mata uang EUR/USD merosot 0.42 persen ke 1.1573, AUD/USD anjlok 0.82 persen ke 0.7136, dan NZD/USD longsor 0.43 persen ke 0.6557. Pasangan mata uang Safe Haven yang relatif stabil pada sesi Asia dan Eropa spontan goyah; USD/JPY meroket 0.22 persen ke 110.98, sementara USD/CHF naik 0.28 persen ke 0.9678.

Bureau of Labor Statistics melaporkan bahwa Non-farm Payroll meningkat dari 147,000 ke 201,000 pada bulan Agustus, lebih tinggi dibanding estimasi awal yang dipatok pada 190,000 saja. Rata-rata gaji per-jam juga meningkat 0.4 persen dalam sebulan, meskipun sebelumnya diperkirakan hanya akan naik 0.3 persen. Dalam basis tahunan, rerata gaji kokoh menanjak dari 2.7 persen menjadi 2.9 persen, level tertimgginya sejak masa resesi pada April 2009.

Baca Juga:   AUD / USD Sedikit Lebih Rendah Setelah Komentar Swan

Laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat kali ini bukannya tanpa tinta merah. Angka pengangguran stagnan pada 3.9 persen, alih-alih menurun ke 3.8 persen sebagaimana yang diharapkan oleh mayoritas ekonom. Namun demikian, hal ini agaknya dianggap kurang signifikan oleh pelaku pasar, karena kenaikan gaji dan penciptaan lapangan kerja saja sudah cukup mendukung kondisi ekonomi Amerika Serikat. Dengan berbekal data ekonomi ini, probabilitas kenaikan suku bunga AS ketiga dalam tahun 2018 makin jelas dapat diumumkan bulan ini.

“Jika kita terus menerus melihat pertumbuhan gaji lebih tinggi, hal ini memungkinkan Fed menaikkan suku bunga keempat kalinya, dengan mengabaikan kekhawatiran mengenai (konflik perdagangan) bea impor,” ujar Quincy Crosby, kepala pakar strategi pasar di Prudential Financial, pada media CNBC.

Terlepas dari itu, sejumlah faktor lain masih akan mempengaruhi Major Pair. GBP/USD bertahan di posisi naik 0.24 persen di 1.2960 setelah rilis NFP ini berkat dukungan kabar baik dari negosiasi Brexit. Yuan juga nyaris statis versus Dolar AS, meskipun konflik perdagangan antara kedua negara makin sengit; dikarenakan kuatnya intervensi pemerintah Tiongkok dalam hal nilai tukar mata uangnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply