Non-farm Payroll AS Lampaui Ekspektasi, Tapi Pengangguran Bertambah

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) tercatat hanya naik tipis 0.02 persen ke kisaran 95.90 dalam perdagangan intraday per pertengahan sesi New York hari ini (1/2), satu jam setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang biasanya dianggap berdampak sangat tinggi di pasar keuangan. Pergerakan Greenback versus mata uang mayor lainnya pun cenderung beragam. Pasangan mata uang EUR/USD naik sekitar 0.1 persen di kisaran 1.1456, GBP/USD menurun 0.14 persen ke sekitar level 1.3088, sementara USD/JPY melonjak 0.53 persen ke level 109.44.

Non-farm Payroll AS Lampaui Ekspektasi, Tapi Pengangguran Meningkat

US Bureau of Labor Statistics melaporkan bahwa Non-farm Payroll mengalami peningkatan dari 222k menjadi 304k pada bulan Januari. Peningkatan ini sangat mengejutkan, karena pelaku pasar sebelumnya mengestimasikan penurunan ke sekitar 165k. Terlepas dari itu, komponen data ketenagakerjaan lainnya mencatat rekor negatif sebagai imbas dari US Government Shutdown yang berlangsung sejak sebelum Natal 2018 hingga akhir pekan lalu.

Tingkat pengangguran meningkat dari 3.9 persen menjadi 4.0 persen, padahal sebelumnya diperkirakan akan stagnan. Jumlah warga yang menganggur bertambah menjadi 6.5 juta orang. Pendapatan rata-rata per-jam juga hanya meningkat 0.1 persen (Month-over-Month) dalam periode Januari, setelah naik 0.4 persen pada bulan Desember.

Baca Juga:   Harga Emas Terus Turun Karena Pasar Menunggu Pertemuan Kebijakan Fed

Secara keseluruhan, data-data ketenagakerjaan Amerika Serikat kali ini menegaskan kembali simpang siurnya kondisi ekonomi negeri Paman Sam. Efek ketegangan politik meluas ke ranah ekonomi hingga menimbulkan kerugian yang tidak sedikit dalam skala makro maupun individual. Apalagi, shutdown parsial serupa kemungkinan bisa terjadi lagi pada pertengahan bulan Februari mendatang, setelah anggaran sementara yang disetujui pekan lalu, mengalami kedaluwarsa.

Sementara itu, para pejabat bank sentral AS (Federal Reserve) tak henti-hentinya mengirim pesan dovish. Presiden Fed wilayah Dallas, Robert Kaplan, beru saja dikabarkan menyampaikan bahwa Federal Reserve takkan mengambil tindakan apapun hingga bulan Juni. Penyebabnya, kekhawatiran terkait pertumbuhan global masih terlalu kuat dan muncul tanda – tanda pelemahan dalam sektor perumahan Amerika Serikat.┬áKaplan juga menyampaikan bahwa ia memperkirakan perekonomian AS akan melambat hingga hanya mencatat pertumbuhan 2 persen saja pada tahun 2019, seiring dengan memudarnya efek stimulus fiskal yang diluncurkan Presiden AS Donald Trump saat baru saja dilantik.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply