Notulen FOMC: Fed Khawatir Konflik Dagang Membebani Ekonomi AS

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) merosot hingga sekitar 0.4 persen ke kisaran 98.75 sejak sesi Asia hingga pertengahan sesi Eropa (10/10), setelah publikasi notulen rapat kebijkan FOMC. Greenback lumpuh terhadap beragam mata uang mayor, karena notulen tersebut mengungkap besarnya kekhawatiran pejabat bank sentral AS (Federal Reserve) terhadap potensi perlambatan ekonomi sebagai imbas dari perang dagang dengan China.

Fed Khawatir Konflik Dagang Membebani Ekonomi AS

Notulen FOMC menunjukkan bahwa prospek perlambatan ekonomi menjadi sorotan kritis di kalangan pejabat otoritas kebijakan moneter. Secara khusus, anggota Fed khawatir jika sengketa dagang dengan AS akan mulai membebani sektor ketenagakerjaan dan belanja konsumen yang menjadi tumpuan utama bagi pertumbuhan ekonomi dan pencapaian target inflasi. Apalagi, pemberlakukan tarif impor yang sangat tinggi telah memperburuk iklim bisnis bagi banyak sekali perusahaan AS.

“Beberapa partisipan menyebutkan bahwa ketidakpastian dalam outlook bisnis dan investasi yang terus menerus lemah pada akhirnya akan mengakibatkan perlambatan rekrutmen tenaga kerja, yang pada gilirannya, bisa meredam pertumbuhan pendapatan dan konsumsi,” papar notulen dari rapat FOMC bulan September tersebut.

Baca Juga:   Keuntungan Dolar Australia Menjelang Menit RBA, Stevens pidato

Lanjutnya lagi, “Faktor-faktor penting dalam penilaian tersebut adalah bahwa sengketa perdagangan internasional dan perkembangan ekonomi asing nampaknya lebih mungkin bergerak ke arah yang bisa berdampak negatif secara signifikan bagi perekonomian AS daripada diselesaikan lebih baik ketimbang asumsi sebelumnya.”

Proyeksi Dot Plot yang dirilis Fed sebelumnya menunjukkan adanya perbedaan pendapat yang cukup tajam di kalangan anggota rapat FOMC tentang urgensi dan skala pemangkasan suku bunga. Namun, secara keseluruhan, notulen FOMC mengisyaratkan bahwa para pejabat Federal Reserve lebih mengkhawatirkan masalah ancaman perlambatan ekonomi ketimbang isu inflasi dan suku bunga.

Berikutnya, pelaku pasar akan memantau rilis data inflasi konsumen AS (pukul 19:30 WIB) untuk memperhitungkan apakah isu inflasi benar-benar bisa diabaikan untuk sementara waktu. Investor dan trader biasanya mengawasi data inflasi untuk mengukur probabilitas perubahan suku bunga naik atau turun dalam waktu dekat. Apabila laju inflasi sesuai target 2 persen, maka perubahan kebijakan suku bunga Fed ke depan akan lebih dipengaruhi oleh ancaman eksternal seperti risiko dampak perang dagang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply