Notulen FOMC Sesuai Ekspektasi, Dolar AS Stabil Di Level Tertinggi

Bonus Welcome Deposit FBS

Pada awal perdagangan sesi Asia hari Kamis ini (23/5), indeks Dolar AS masih kokoh bertahta pada kisaran tertinggi satu bulan di level 98.11. Publikasi notulen rapat kebijakan moneter bank sentral AS (FOMC) pada dini hari tadi tak menunjukkan sinyal perubahan arah kebijakan, sehingga dianggap sudah sesuai dengan perkiraan sebelumnya. Permintaan pasar untuk Dolar AS tetap tinggi di tengah eskalasi konflik dagang AS-China.

Dolar AS Stabil Di Level Tertinggi

Dalam notulen rapat FOMC terbaru, para pejabat Federal Reserve mengungkapkan bahwa pendekatan hati-hati mereka dalam menyikapi kebijakan moneter bisa berlangsung “selama beberapa waktu” karena adanya kekhawatiran mengenai lesunya laju inflasi. Hal inilah yang mendasari keputusan mereka untuk membiarkan suku bunga tetap dalam kisaran 2.25-2.50 persen di penghujung rapat FOMC tanggal 1 Mei dan mensinyalkan keengganan untuk merubahnya dalam tahun ini.

Notulen rapat FOMC tersebut menuturkan, “Anggota (rapat) menilai pendekatan yang sabar untuk menentukan penyesuaian suku bunga masa depan akan tetap layak untuk dilakukan selama beberapa waktu, khususnya di tengah lingkungan pertumbuhan ekonomi yang moderat dan tekanan inflasi yang lamban, meski kondisi keuangan dan ekonomi global terus membaik.”

Baca Juga:   Aussie Pada Sentimen Konsumen Yunani Yang Optimis, Dalam Fokus Cina

Federal Reserve memperkirakan kalau laju inflasi PCE inti akan naik tipis dalam jangka pendek, tetapi masih tetap di bawah target 2 persen dalam jangka menengah. Mengenai pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP), Fed masih optimis mengenai prospek Amerika Serikat dalam jangka menengah. Namun, mereka juga memeringatkan bahwa perkembangan ekonomi luar negeri dan kebijakan perdagangan AS bisa “bergerak ke arah yang punya efek negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi AS”.

Penilaian itu senada dengan komentar yang dipaparkan oleh Presiden Fed wilayah Boston, Eric Rosengren, pada hari Rabu. Secara eksplisit, ia menyatakan bahwa ketidakpastian yang melingkupi konflik perdagangan AS-China telah meningkatkan risiko penurunan dalam forecast ekonominya. Meski demikian, Ketua Fed Jerome Powell dalam pidato sehari sebelumnya justru mengatakan bahwa saat ini masih terlalu dini untuk mengukur dampak perang dagang terhadap kebijakan moneter AS. Untuk sementara ini, agaknya para pejabat Fed masih akan memantau perkembangannya terlebih dahulu.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply