Novogratz’ Galaxy Digital Terus Menderita Kerugian, Q4 2019 Mencapai $33 Juta

Afiliasi IB XM Broker

Galaxy Digital merupakan salah satu bank investasi Cryptocurrency yang didirikan oleh seorang mantan rekan Goldman Sachs yaitu Mike Novogratz. Bank investasi itu dilaporkan terus menderita kerugian sejak 2018 lalu dan terus berlanjut sampai kuartal empat 2019 kemarin. Berdasarkan sebuah laporan resmi per 8 April, pada Q4 2019 perusahaan mengalami kerugian bersih di atas $32,9 Juta. Penyebab kerugian adalah realisasi kerugian aset digital dan biaya operasional.

Menderita Kerugian Sejak Awal 2018

Pada awal tahun 2018 lalu, Galaxy Digital secara resmi didirikan oleh Mike Novogratz yang bertujuan untuk membuat industri Crypto sebagai sebuah lembaga. Sejak saat pendirian itu, perusahaan telah berjuang untuk mampu bertahan di tengah terpaan badai. Bahkan pada setiap kuartal sejak pendirian, perusahaan terus mencatatkan kerugian yang konstan. Pada kuartal pertama 2018 lalu, perusahaan memulai bisnis dengan menderita kerugian sampai $134 Juta.

Sementara itu sepanjang tahun 2018, perusahan telah mengalami kerugian sampai $272 Juta dan kerugian tidak berhenti saat tahun 2019. Berdasarkan laporan berita, pada kuartal ketiga 2019, perusahaan mengalami kerugian bersih mencapai $68,2 Juta.

Baca Juga:   Ripple Bergabung dengan Badan Standar Global ISO untuk Pembayaran Lintas Batas

Tapi pada akhirnya kuartal keempat 2019, kerugian perusahaan menjadi lebih sedikit yaitu di $33 Juta. Galaxy Digital menjelaskan bahwa kerugian di tahun 2019 sebagian besar karena hasil keuntungan perusahaan direalisasikan dan digunakan untuk biaya operasional.

Virus Corona Belum Berdampak

Galaxy Digital sempat menjelaskan secara singkat mengenai langkah yang diambil pada tahun 2020 ini. Perusahaan menjelaskan bahwa virus Corona belum memberikan dampak signifikan dan tahun ini menjadi kenaikan operasional pada tiga bisnis yang berjalan. Walaupun data keuangan perusahaan pada Q1 2020 belum dirilis sama sekali.

“Untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan karyawan kami, Perusahaan menerapkan sebuah rencana berkelanjutan pada bisnis kami termasuk Work From Home. Walaupun begitu, pandemi virus Corona akan tetap menyebabkan ekonomi global penuh ketidakpastian dan akan berdampak juga pada sektor investasi dan aktivitas bisnis di perusahaan kami beberapa bulan kedepan. Perusahaan akan terus mengimbangi peluang manfaat pada perusahaan dari adanya kenaikan volatilitas pasar dan kebijakan moneter dan fiskal beberapa negara yang serentak dan sangat masif.”

Baca Juga:   Krisis Ekonomi Global Mendorong Crypto Untuk Kembali Diminati

 

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply