NZD Tumbang Setelah Bank Sentral Ungkap Kekhawatiran Soal Pertumbuhan

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar New Zealand berbalik bearish dan merosot pada perdagangan hari Kamis ini (27/September) setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menjelaskan bahwa mereka perlu menyaksikan kenaikan pertumbuhan ekonomi dalam beberapa bulan ke depan; jika tidak ada perbaikan, maka suku bunga akan dipangkas. Akibatnya, NZD/USD sudah merosot sekitar 0.22 persen ke 0.6641 menjelang akhir sesi Eropa saja. Apalagi, dini hari tadi bank sentral AS justru menaikkan suku bunganya.

NZD Tumbang Setelah Bank Sentral Ungkap Kekhawatiran Soal Pertumbuhan

Gubernur bank sentral New Zealand (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ), Adrian Orr, mengumumkan tak merubah suku bunga pasca rapat kebijakan moneter tadi pagi. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa suku bunga New Zealand kemungkinan tetap pada level 1.75 persen hingga tahun 2019 dan 2020.

“Kami mengekspektasikan akan mempertahankan OCR (suku bunga acuan) pada level ini hingga 2019 dan sampai 2020. Arah perubahan OCR kami berikutnya bisa naik ataupun turun,” ujar Adrian Orr. Lanjutnya lagi, “Ketenagakerjaan berada sekitar kisaran yang dapat dilestarikan dan inflasi harga konsumen tetap berada di bawah 2 persen yang menjadi target menengah kami, (sehingga) membutuhkan keberlanjutan kebijakan moneter yang mendukung. Outlook kami mengenai OCR (ini) mengasumsikan laju pertumbuhan akan naik pada tahun depan.”

Baca Juga:   Aussie Jatuh Setelah Konstruksi Lemah Dari Yang Diharapkan, Data Upah

Dengan kata lain, jika pertumbuhan ekonomi tak meningkat pada beberapa kuartal mendatang, maka RBNZ akan memiliki alasan untuk memangkas suku bunga. Pernyataan tersebut menggarisbawahi kemerosotan outlook suku bunga New Zealand sejak bulan Juli. Lebih parah lagi, salah satu pejabat tinggi pemerintah setempat baru-baru ini dilaporkan menyebut bahwa perlambatan ekonomi akan terjadi dalam waktu dekat.

“Dengan inflasi tetap rendah dan outlook tak pasti, RBNZ siap untuk bertindak apabila outlook ekonomi mengecewakan. Selaras dengan itu, semua mata akan berfokus pada data-data ekonomi hingga akhir tahun. Walau pertumbuhan GDP pada kuartal Juni itu positif, kami masih menilai bahwa pemangkasan OCR masih lebih mungkin terjadi ketimbang kenaikannya,” ungkap Sharon Zollner, pimpinan ekonom di ANZ Bank.

Pertumbuhan ekonomi New Zealand meningkat 1 persen dalam kuartal kedua tahun 2018. Angka tersebut lebih tinggi dari 0.5 persen pada kuartal pertama, dan dua kali lipat lebih tinggi dari perkiraan RBNZ sebelumnya. Akan tetapi, pertumbuhan ke depan dikhawatirkan akan mengecewakan. Mayoritas analis memperkirakan pertumbuhan stabil pada level saat ini. Namun, RBNZ kemarin mengungkapkan bahwa outlook ekonomi cenderung menurun.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply