NZD/USD Anjlok Akibat Rilis Data Ketenagakerjaan New Zealand

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar New Zealand sempat anjlok hingga mencapai level terendah 0.6626 terhadap Dolar AS dalam perdagangan sesi Asia hari ini (1/5). Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa, NZD/USD telah bangkit ke kisaran 0.6662 dikarenakan ketegangan menjelang pengumuman hasil rapat kebijakan bank sentral AS. Meski demikian, buruknya data ketenagakerjaan tadi pagi telah membangkitkan spekulasi mengenai probabilitas pemangkasan suku bunga oleh bank sentral New Zealand (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ).

NZD/USD Anjlok Akibat Data Ketenagakerjaan New Zealand

Menurut Badan Statistik New Zealand, angka pengangguran menurun dari 4.3 persen menjadi 4.2 persen dalam kuartal I/2019, sesuai ekspektasi. Namun, hal itu dilatarbelakangi oleh penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja, sehingga tak benar-benar disebabkan oleh penurunan jumlah pengangguran.

Rincian lain dalam laporan tersebut juga tak memuaskan. Jumlah pekerjaan baru justru menurun 0.2 persen. Angka tersebut jauh di bawah kenaikan 0.1 persen pada periode sebelumnya, dan meleset dari ekspektasi yang dipatok pada 0.5 persen. Sementara itu, pertumbuhan gaji karyawan hanya 2 persen saja. Dengan inflasi sekitar 1.5 persen, maka pertumbuhan gaji riil diperkirakan cuma 0.5 persen sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Baca Juga:   Berita Saham JSMR KAMIS 01/02/2018

“Inflasi gaji naik 0.3 persen (Quarter-over-Quarter), sehingga pertumbuhan tahunan 2.0 persen (Year-on-Year), lebih rendah dari ekspektasi kami dan RBNZ. Dengan menyisihkan faktor-faktor temporer, inflasi gaji dasarnya nampak sangat lesu. Data ini konsisten dengan outlook pertumbuhan ekonomi lebih lemah yang tersembunyi di balik review suku bunga RBNZ yang dovish pada bulan Maret lalu,” kata Michael Callaghan, seorang ekonom dari ANZ.

Selaras dengan dinamika tersebut, pelaku pasar pun memperhitungkan adanya peluang lebih besar bagi RBNZ untuk memangkas suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Sebagaimana diungkapkan oleh Kim Mundy dari Commonwealth Bank of Australia, “Setelah bergeser ke bias dovish pada bulan Maret, Gubernur RBNZ Adrian Orr menyatakan bahwa perubahan suku bunga tergantung data. Orr merujuk pada data CPI (yang lemah) dan data ketenagakerjaan. Data ketenagakerjan kuartal I/2019 mengindikasikan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi mengakibatkan penurunan atas permintaan tenaga kerja. Pasar kini memperhitungkan 63 persen peluang untuk terjadinya pemangkasan suku bunga pada bulan Mei.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply