NZD/USD Bangkit Meski Proyeksi Ekonomi Belum Membaik

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar New Zealand menguat terhadap Dolar AS dan Dolar Australia pada perdagangan hari Rabu ini (5/September), meskipun tak ada laporan ekonomi yang benar-benar positif bagi mata uang tersebut. Memasuki sesi New York, NZD/USD diperdagangkan naik 0.34 persen ke 0.6577, mengakhiri kemerosotan yang berlangsung selama empat hari sebelumnya; sementara AUD/NZD jatuh 0.13 persen ke 1.0924.

NZDUSD Bangkir Meski Proyeksi Ekonomi Belum Membaik

Indeks Harga Global Dairy Trade (GDT) pada hasil lelang tadi malam menurun lagi sebesar 0.7 persen, setelah anjlok 3.6 persen pada periode sebelumnya. Bahkan, harga susu bubuk merosot 2.2 persen. Padahal, indeks harga GDT merupakan indikator harga komoditas susu dan turunannya yang merupakan materi ekspor utama New Zealand.

Menyusul lesunya harga susu, indeks harga komoditas ANZ juga dicatat minus tiga bulan beruntun dengan pertumbuhan -1.1 persen (MoM), sementara data periode sebelumnya direvisi turun ke -3.3 persen.

Data-data tersebut mengindikasikan kondisi ekonomi New Zealand belum menemukan pijakan untuk tumbuh lebih tinggi. Akibatnya, pelaku pasar mengindikasikan ada probabilitas 50 persen Bank sentral New Zealand (Reserve Bank of New Zealand) akan memangkas suku bunga dalam 12 bulan ke depan.

Baca Juga:   Aksi Jual Dolar Dorong Euro Menguat

Tim Kelleher dari ASB Bank, mengatakan pada New Zealand Herald, Kiwi sebenarnya bisa jatuh lebih jauh lagi, terutama dikarenakan lemahnya data ekonomi domestik. Namun, menurutnya, “jelas sekali pasar sudah jenuh jual, jadi pergerakan (NZD) tak bisa terlalu jauh.”

Ke depan, Kelleher menilai investor akan memantau pidato gubernur RBNZ Adrian Orr pada hari Jumat yang berjudul “Geopolitik, New Zealand, dan Angin Perubahan.” Ia boleh jadi tak mengindikasikan perubahan suku bunga dalam pidato tersebut, tetapi komentarnya mengenai outlook ekonomi New Zealand bisa jadi disoroti pasar.

Sementara itu, mitra dagang terdekat New Zealand, Tiongkok, menunjukkan sinyal-sinyal perlambatan ekonomi. PMI Caixin untuk sektor Jasa mencatat level terendah lima bulan pada Agustus, melandai dari 52.8 ke 51.5, lebih buruk dibanding ekspektasi. Pasar mengkhawatirkan kalau-kalau Tiongkok mulai terdampak oleh konflik dagang dengan AS. Akan tetapi, Beijing tak menunjukkan gelagat akan mundur, dan tetap mengancam akan segera mengambil langkah balasan jika AS kembali meluncurkan tarif baru atas barang-barang ekspornya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply