NZD/USD Melemah Bersama Ekspektasi Inflasi New Zealand

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang NZD/USD tumbang hingga lebih dari 0.5 persen dalam perdagangan hari ini (12/11), setelah hasil survei terbaru menunjukkan pelemahan ekspektasi inflasi di negeri Kiwi. Saat berita ditulis pada pertengahan sesi London, Dolar New Zealand masih tertekan pada kisaran 0.6333 versus Greenback. Probabilitas untuk diumumkannya pemangkasan suku bunga oleh bank sentral besok pun semakin meningkat, walaupun tak semua analis sepakat terhadap probabilitas tersebut.

NZDUSD Melemah Bersama Ekspektasi Inflasi New Zealand

Hasil survei kuartalan tentang ekspektasi inflasi yang diadakan pada tanggal 16-22 Oktober lalu menunjukkan bahwa para manajer bisnis dan kalangan profesional mensinyalir inflasi untuk dua tahun ke depan bakal semakin tertekan. Hasil survey bulan Juni menampilkan angka 2.01 persen, hasil survei bulan September menghasilkan angka 1.86 persen, sedangkan hasil survei bulan Oktober jatuh sampai 1.8 persen. Para responden survei juga mensinyalir pertumbuhan ekonomi hanya akan melaju sedikit lebih tinggi dari 2 persen dalam beberapa tahun ke depan.

Hasil survei ekspektasi inflasi ini diperkirakan semakin mendesak bank sentral New Zealand (RBNZ). RBNZ memiliki mandat untuk berupaya mencapai target inflasi sekitar 2 persen dalam jangka pendek. Kegagalan pencapaian target tersebut telah memaksa RBNZ memangkas suku bunga dari 1.75 persen hingga 1 persen sejak awal tahun 2019. Dengan data ekspektasi inflasi tetap buruk, RBNZ kemungkinan bakal mengumumkan pemangkasan suku bunga lagi dalam rapat kebijakannya besok pagi.

Baca Juga:   Dolar Menguat Di Sesi Asia Karena Investor Memandang Ke Depan Untuk Tes Kunci Kontrol Kongres Dari Partai Republik

“RBNZ menempatkan penekanan signifikan pada ekspektasi inflasi,” papar broker forex XE, sebagaimana dilansir oleh New Zealand Herald. Lanjutnya, “Jatuhnya ekspektasi inflasi akan membuat RBNZ khawatir dan RBNZ akan semakin mungkin mengurangi OCR.”

Hasil survei Bloomberg awal pekan ini menunjukkan bahwa 15 dari 21 ekonom memperkirakan RBNZ akan memangkas suku bunga OCR dari 1.0 persen menjadi 0.75 persen. Namun, enam ekonom lain memperkirakan suku bunga takkan diubah. Situasi ini melahirkan sebuah ketidakpastian yang sangat tinggi, sehingga Dolar New Zealand berpotensi bergolak.

“Pasar meyakinkan dirinya sendiri ke posisi yang sangat negatif untuk (rapat RBNZ) besok,” kata Tim Kelleher dari Commonwealth Bank of Australia, “Saya mengira RBZN tak perlu melakukan apa-apa besok, tetapi pasar jelas memperhitungkan peluang 65 persen untuk pemangkasan suku bunga. Apabila (RBNZ) tak melakukannya, akan ada bencana. Kita berada tidak jauh dari rekor posisi terendah.”

Kelleher memperkirakan NZD berpotensi melonjak 1-1.5 sen Dolar AS, apabila RBNZ tak benar-benar merealisasikan pemangkasan suku bunga. Namun, jika benar-benar terjadi pemangkasan, maka reaksi pasar boleh jadi tidak terlalu besar.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply