NZD/USD Melemah Pasca Rilis Sentimen Bisnis Kuartalan

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang NZD/USD terpantau menurun lebih dari 0.2 persen pada sesi Eropa hari Selasa ini (14/1). Walaupun sentimen pasar cukup baik berkat optimisme menjelang upacara penandatanganan kesepakatan dagang AS-China fase satu di Washington besok, tetapi data ekonomi New Zealand menampilkan outlook ekonomi yang cukup buruk. Dolar New Zealand juga melemah versus mata uang negara jirannya, dengan posisi AUD/NZD naik 0.15 persen di level 1.0426.

NZDUSD Melemah Pasca Rilis Sentimen Bisnis Kuartalan

Laporan QSBO (Quarterly Survey of Business Opinion) yang dirilis oleh lembaga riset NZIER menunjukkan bahwa 26 persen responden tetap menilai perekonomian akan memburuk tahun ini, sementara 11 persen responden memperkirakan perusahaannya akan mengalami penurunan aktivitas. Secara keseluruhan, laporan menggambarkan pandangan para pebisnis yang lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi masih dalam teritori pesimis.

Satish Ranchord, seorang ekonom dari Westpac, mengatakan, “Laporan hari ini kurang bagis dibandingkan barometer aktivitas bisnis lain baru-baru ini. Namun, tetap saja nampaknya perekonomian New Zealand telah mengalami pembalikan dan kondisinya membaik”. Sementara itu, Tim Kelleher dari Commonwealth Bank of Australia (CBA) menilai hasil survei “tidak sebagus yang kami perkiraan. Hanya ada sedikit pemulihan saja”.

Baca Juga:   Dolar Melemah Dimana Nonfarm Payrolls Mengecewakan

Ambiguitas data sentimen bisnis meredam laju pelemahan Dolar New Zealand. Selain itu, NZD/USD juga disangga oleh optimisme pasar, karena Amerika Serikat baru saja mengumumkan dikeluarkannya nama China dari daftar manipulator mata uang. Menjelang upacara penandatanganan kesepakatan dagang AS-China fase satu di Washington besok, langkah tersebut dinilai sebagai sinyal positif.

“China telah membuat komitmen yang dapat dilaksanakan untuk menghindari devaluasi kompetitif (terhadap mata uangnya), serta mempromosikan transparansi dan akuntabilitas,” papar Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, dalam publikasi keputusan yang dibarengi dengan rilis laporan dua tahunan tentang aktivitas forex sejumlah mitra dagang AS.

Masih sedikit sekali rincian yang dipublikasikan dari kesepakatan dagang fase satu. Beberapa poin yang sudah diketahui adalah persetujuan AS untuk memangkas tarif impor terhadap produk-produk China, komitmen China untuk menghindari intervensi mata uang, serta ikrar China untuk membeli produk AS senilai USD200 Miliar selama dua tahun ke depan. Pasar kemungkinan baru akan memperoleh rincian selengkapnya seusai penandatanganan besok.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply