NZD/USD Melonjak, Abaikan Stagnasi Penjualan Ritel

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar New Zealand melesat 0.36 persen ke level 0.6803 terhadap Dolar AS pada perdagangan sesi Eropa hari Senin ini (26/November), meskipun data penjualan ritel yang dirilis pada sesi Asia menunjukkan stagnasi pada kuartal III/2018. Sorotan pasar saat ini berpusat pada kabar-kabar terkait rencana pertemuan Amerika Serikat dan China pada pertemuan tingkat tinggi negara-negara G20 di Buenos Aires dalam beberapa hari ke depan, sehingga minat risiko mengalami sedikit pemulihan dan menunjang penguatan mata uang komoditas seperti NZD dan AUD.

NZD Melonjak, Abaikan Stagnasi Penjualan Ritel

 

Tadi pagi, Badan Statistik New Zealand melaporkan bahwa penjualan ritel kuartal III/2018 tak mengalami pertumbuhan sama sekali, alias tumbuh nol persen (QoQ). Padahal, penjualan ritel pada periode sebelumnya telah mengalami peningkatan 1.1 persen, dan para ekonomi mengharapkan data kali ini mencapai 1.0 persen.

Penjualan ritel inti (Core Retail Sales) juga hanya tumbuh 0.4 persen (QoQ), alih-alih meningkat 1.5 persen sebagaimana diperkirakan sebelumnya. Bahkan, penjualan ritel inti kuartal II.2018 direvisi turun menjadi 1.3 persen saja.

Baca Juga:   Aussie Merosot Lebih Rendah, Kiwi Naik Setelah Data Pertumbuhan Ekonomi, Pernyataan FED

Seusai rilis data tersebut Dolar New Zealand sempat terbanting, tetapi menurut analis, hal itu cuma reaksi spontan pasar. Mike Shirley, dealer senior di KiwiBank, mengungkapkan bahwa data memicu aksi jual, tetapi hal itu hanya reaksi spontan, karena “Ketika kehebohannya mereda dan semua orang mengevaluasi data, (Dolar New Zealand) kembali naik.”

Dalam pekan ini, Shirley memperkirakan Kiwi akan digerakkan sepnuhnya oleh peristiwa-peristiwa dari luar negeri. Katanya, “Ada banyak sekali data dari luar negeri pekan ini dan sangat sedikit dari pasar domestik, jadi seklai lagi Dolar New Zealand akan seperti sampan tak berlayar yang diombang-ambingkan di laut volatilitas.”

Ia merujuk pada data US Consumer Confidence, indikator belanja konsumsi masyarakat yang sering digunakan Federal Reserve sebagai salah satu bahan pengambilan kebijakan, serta notulen rapat FOMC terakhir.
Menurutnya, karena ada peningkatan ekspektasi kalau Fed takkan menaikkan suku bunga seagresif sebelumnya pada tahun 2019, maka notulen akan disoroti untuk menemukan petunjuk baru. Hal ini akan membebani Greenback dan mendongkrak Kiwi. Apalagi, dalam pertemuan G20 mendatang, pasar mengharapkan akan ada kemajuan positif dalam perseteruan perdagangan antara AS-China.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply