Optimisme Juncker Topang GBP Di Level Tertinggi 2 Bulan

Bonus Welcome Deposit FBS

Kemarin, pasangan mata uang GBP/USD menyentuh rekor tertinggi sejak pekan terakhir bulan Juli pada level 1.2582. Rekor baru dicapai karena Presiden European Commission, Jean-Claude Juncker, mengatakan bahwa “kita bisa mencapai sebuah kesepakatan” dan “Brexit akan terjadi” dalam sebuah wawancara di Sky News.

Posisi Pound telah surut kembali ke kisaran 1.2488 dalam perdagangan hari ini (20/9), tetapi optimisme pasar masih cukup tinggi mengharapkan tercapainya sebuah kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa sebelum deadline 31 Oktober 2019. Prospek No-Deal Brexit pun dinilai merosot signifikan. Akan tetapi, sejumlah analis memeringatkan agar trader tetap mewaspadai perkembangan berikutnya.

Dalam wawancaranya, Jean-Claude Juncker menyampaikan bahwa ia bersedia menanggalkan solusi backstop bagi perbatasan Irlandia; salah satu pasal paling kontroversial dalam draft kesepakatan brexit. Menurutnya, solusi backstop dapat disingkirkan selama “peraturan alternatif (diterapkan) agar kita dan Inggris mampu mencapai (semua) tujuan-tujuan utama backstop”.

Pernyataan Juncker kembali melambungkan optimisme pasar. Setelah sempat diredam oleh pengumuman bank sentral Inggris kemarin, topik brexit kembali menjadi sorotan.

Baca Juga:   Euro Dibebani Isu Stagnasi Jerman dan Gejolak Politik Spanyol

Sebagaimana disampaikan oleh Thu Lan Nguyen dari Commerzbank, “Trader GBP akan membalikkan perhatian mereka kembali ke arus berita dari Brussels dan London. Komentar oleh Presiden EU Commission Jean-Claude Juncker kemarin malam memberikan harapan adanya peluang untuk mencapai kesepakatan hingga akhir Oktober, yang memberikan sejumlah dukungan bagi Sterling.”

Di saat yang sama, analis memeringatkan bahwa situasi bisa berubah sewaktu-waktu. Pasalnya, adu retorika Inggris dan Uni Eropa sudah berulang kali terjadi.

“Meskipun komentar-komentar terus mengipasi optimisme, masih ada jalan panjang di depan dan hanya dibutuhkan satu komentar negatif saja untuk menjatuhkan Pound kembali dalam kondisi likuiditas rendah sekarang,” kata Robin Wilkin dari Lloyds Bank.

“Kami mencurigai sebagian pasar telah bereaksi berlebihan terhadap komentar (Juncker) itu, terutama karena negara-negara utama yang terlibat dalam negosiasi itu (Prancis, terutama), belum menyampaikan nada yang sama optimisnya belakangan ini,” kata Francesco Pesole dari ING Bank, “Kami terus menyaksikan peluang terbatas untuk sebuah kesepakatan brexit baru, sehingga mendorong kami meyakini bahwa reli Sterling bisa jadi berumur pendek.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply