Optimisme Kesepakatan Dagang Terus Berkembang, Dolar AS Sideways

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) menguat tipis sekitar 0.2 persen ke kisaran 97.54 dalam perdagangan hari Selasa ini (22/10). Akan tetapi, Greenback belum mampu rebound dari kisaran terendah sejak akhir September yang dihuninya sejak hari Jumat lalu. Dolar AS secara umum terhimpit oleh sejumlah isu global. Perkembangan isu brexit yang kian kritis telah berpengaruh negatif terhadap minat risiko pasar, tetapi optimisme kesepakatan dagang AS-China yang terus berkembang justru menekan permintaan terhadap aset-aset safe haven.

Saat berita ditulis, pasangan mata uang GBP/USD melemah 0.4 persen ke kisaran 1.2912, tetapi USD/JPY terkoreksi tipis 0.1 persen ke kisaran 108.52. Dolar AS biasanya menguat terhadap Yen ketika ada kemajuan dalam negosiasi dagang AS-China, dan cenderung melemah apabila terjadi eskalasi ketegangan di meja perundingan. Namun, Dolar AS juga akan dicari oleh pelaku pasar ketika ada ancaman instabilitas besar di negara asal mata uang mayor lain, seperti Inggris.

Optimisme Kesepakatan Dagang Terus Berkembang Dolar AS Sideways

Sinyal damai antara AS dan China semakin menguat, sehingga menopang nilai aset-aset berisiko lebih tinggi seperti mata uang negara-negara berkembang dan pasar saham. Para petinggi Beijing dan Washington berlomba-lomba menyampaikan retorika positif tentang rancangan kesepakatan dagang fase-1.

Baca Juga:   Intervensi Spekulasi Swiss Franc Membalikkan Keuntungan Awal Di Tengah SNB

Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan bahwa upaya negosiasi berlangsung lancar. Penasehat Gedung Putih, Larry Kudlow, mengungkapkan penerapan tarif impor baru yang dijadwalkan berlaku mulai Desember bisa dibatalkan jika ada kemajuan konkrit dalam negosiasi tersebut. Namun, sejumlah gelagat lain mengisyaratkan bahwa kesepakatan kemungkinan takkan terwujud dalam waktu dekat.

Menteri Perdagangan Wilbur Ross menyampaikan bahwa meski sebuah deal kemungkinan gagal difinalisasi bulan depan, tetapi hal itu tak sepenting upaya memperoleh “deal yang tepat”. Pekan lalu, Wakil Perdana Menteri China Liu He juga menyatakan bahwa Beijing menghadiri negosiasi dengan “basis saling menghargai”.

“Upaya serentak dari kedua negara untuk mengelola ekspektasi pasar untuk negosiasi lebih lama telah diterima dengan baik,” kata Michael McCarthy, pimpinan pakar strategi pasar di CMC Markets Sydney, sebagaimana dilansir oleh Reuters. Lanjutnya, “Sekarang sudah jelas bagi investor bahwa sebuah kesepakatan dagang komprehensif akan memburuhkan diskusi selama berbulan-bulan.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply