Outlook Euro-Dollar Terpangkas Karena Kemelut Ekonomi Jerman

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD kembali melemah dalam perdagangan hari ini (9/7), karena kuatnya posisi Greenback menjelang testimoni Ketua Fed Jerome Powell di hadapan Kongres AS besok. Sejumlah analis dari lembaga keuangan ternama juga menyampaikan keraguan mereka mengenai prospek Euro versus Dolar AS ke depan, karena kemelut ekonomi Jerman makin parah dan bank sentral Eropa diperkirakan bakal pangkas bunga secara lebih agresif.

Outlook Euro Dollar Terpangkas Karena Kemelut Ekonomi Jerman

Barclays, salah satu bank dealer terkemuka dunia, mengatakan bahwa Euro akan terus menurun hingga akhir tahun. Mereka mendadak memangkas ekspektasi terhadap EUR/USD pekan ini untuk merespons perbaikan outlook ekonomi AS baru-baru ini.

“Ketika isu pertumbuhan menjadi narasi dominan, depresiasi USD secara mengejutkan hanya terbatas, meskipun keunggulan suku bunga AS mengalami tekanan dan merosot dengan cepat,” kata Marvin Barth, pimpinan strategi forex di Barclays. Lanjutnya, “Namun, karena ekspektasi pertumbuhan (AS) rebound pasca G20 -dan berlanjut setelah rilis data (Non-farm) Payrolls, pasar mata uang telah berfokus pada keunggulan relatif yang dimiliki pertumbuhan AS meski ekspektasi suku bunga AS hanya kecil saja. Nampaknya, Dolar menang, kemanapun ekspektasi pertumbuhan berbalik.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM SELASA 31/07/2018 - DUKUNG KENDARAAN LISTRIK, MENPERIN KEJAR PENURUNAN PPNBM

Makin bullish-nya ekspektasi Dolar AS berimplikasi negatif bagi Euro. Barth memperkirakan Euro akan diperdagangkan di sekitar level 1.12 hingga akhir September, sebelum kemudian menurun lagi hingga 1.10 pada akhir tahun. Euro bahkan diperkirakan akan mencapai level terendah 1.08 pada akhir Juni 2020, karena kemelut ekonominya makin sulit dan inflasi masih jauh di bawah target bank sentral.

Bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) telah dipaksa mempertahankan suku bunga deposit -0.4 hingga kini, dan kemungkinan bakal melakukan pemangkasan suku bunga lagi dalam beberapa bulan ke depan. Barclays bahkan memperkirakan suku bunga ECB mencapai -0.7 pada Maret 2020.

“Dilihat dari data bulanan, segalanya berlangsung buruk dalam perekonomian Jerman kuartal II. Konsumsi hampir pasti melambat dengan tajam,” kata Claus Vistesen dari Pantheon Macroeconomics. Lanjutnya, “Pelemahan di sektor manufaktur takkan mengejutkan bagi siapapun, tetapi laporan kemarin, dan revisi bulan April, menunjukkan bahwa sektor konstruksi juga macet.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply