Outlook Mingguan Harga Emas / Perak / Tembaga : 22 – 26 Januari 2018

Bonus Welcome Deposit FBS

INV – Harga emas naik pada hari Jumat karena dolar melayang mendekati posisi terendah tiga tahun di tengah kekhawatiran akan prospek pemadaman pemerintah AS Namun, logam mulia tersebut masih berakhir pada pekan ini sedikit lebih rendah.

Kontrak emas untuk pengiriman Februari ditutup naik 0,29% pada $ 1,331.10 di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Untuk minggu ini, logam mulia tersebut turun 0,13%, turun lima minggu setelah turun dari level tertinggi empat bulan Senin di $ 1,344.90.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan enam mata uang utama, naik tipis 0,2% menjadi 90,49 akhir Jumat. Ini menyentuh level terendah 89,96 sebelumnya, level terlemah sejak Desember 2014. Untuk minggu ini, indeks turun 0,4% dan telah turun 1,46% sejauh 2017.

Dolar telah ditekan lebih rendah dengan pandangan bahwa pemulihan ekonomi global akan melampaui pertumbuhan AS dan meminta bank sentral utama lainnya, termasuk Bank Sentral Eropa untuk mulai melepaskan kebijakan moneter longgar dengan kecepatan yang lebih cepat.

Baca Juga:   Mixed Dollar Untuk Menurunkan Data AS Di Sesi Tenang

Komoditas berdenominasi dolar, emas menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri ketika mata uang AS melemah. Di tempat lain dalam perdagangan logam mulia, perak naik 0,42% pada $ 17,02 per troy ounce akhir Jumat, sementara paladium naik 0,5% menjadi $ 1,098.80.

Platinum naik 0,94% pada $ 1,016.7, setelah naik setinggi $ 1,020,7 sebelumnya, terbesar sejak September. Platinum mengakhiri pekan ini dengan kenaikan 1,8%, kenaikan mingguan keenam berturut-turut.

Di antara logam dasar, tembaga berakhir pada hari Jumat turun 0,59% pada $ 3,180 pound. Logam industri telah menurun sejak mencapai level tertinggi hampir empat tahun pada akhir Desember, namun beberapa analis memperkirakan permintaan dari China, konsumen papan atas dunia, untuk mendukung harga.

Dalam pekan depan, investor akan fokus pada hasil pertemuan kebijakan moneter oleh ECB dan Bank of Japan. Pengamat pasar akan melihat ke depan untuk data pertumbuhan kuartal keempat baik dari AS dan Inggris.

Forum Ekonomi Dunia di Davos dan pembicaraan mengenai Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara juga akan diawasi ketat untuk perkembangan.

Baca Juga:   USD / JPY Lebih Rendah Pada Daya Tarik Safe-Haven

Senin, 22 Januari

Kanada melaporkan penjualan grosir.

Selasa, 23 Januari

BoJ akan mengumumkan suku bunga acuan dan menerbitkan pernyataan tingkat yang menguraikan kondisi ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan kebijakan moneter. Pengumuman tersebut harus diikuti oleh sebuah konferensi pers.

Inggris akan merilis data tentang pinjaman sektor publik.

ZEW Institute akan melaporkan sentimen ekonomi Jerman.

Hari pertama pertemuan Forum Ekonomi Dunia dijadwalkan berlangsung di Davos, Swiss.

Rabu 24 Januari

Zona euro akan merilis data aktivitas sektor manufaktur dan jasa.

Inggris mempublikasikan laporan pekerjaan bulanannya.

AS akan melaporkan penjualan rumah yang ada.

Kamis 25 Januari

Selandia Baru akan melaporkan inflasi harga konsumen.

Ifo Institute akan merilis data tentang iklim usaha Jerman.

Hari pertama pertemuan Forum Ekonomi Dunia dijadwalkan berlangsung di Davos, Swiss.

EBC akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya. Pengumuman tersebut harus diikuti oleh sebuah konferensi pers dengan Presiden Mario Draghi.

Kanada akan merilis data penjualan eceran.

AS merilis untuk menghasilkan laporan tentang klaim pengangguran dan penjualan rumah baru.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 04/11/2019 - BETON JAYA MANUNGGAL RAIH PENJUALAN BERSIH Rp85,3 MILIAR

Jumat, 26 Januari

Pasar keuangan di Australia akan ditutup untuk liburan Hari Australia.

Inggris akan merilis data awal pertumbuhan ekonomi kuartal keempat.

Kanada akan merilis data inflasi yang akan diawasi ketat.

AS akan mengumpulkan data awal pada pertumbuhan ekonomi kuartal keempat, serta laporan pesanan barang tahan lama.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply