Pasar Sangsikan Kesepakatan Dagang AS-China, Dolar Menanjak

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) menguat ke kisaran 98.40-98.50 dalam perdagangan hari Senin ini (14/10), karena merebaknya keraguan di kalangan pelaku pasar terkait kesepakatan dagang fase I yang tercapai antara AS dan China minggu lalu. Greenback terpantau menguat drastis terhadap aset-aset berisiko lebih tinggi, tetapi melemah versus Yen Jepang.

Pasar Sangsikan Kesepakatan Dagang AS-China

Pada hari Jumat, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS dan China telah mencapai sebuah “kesepakatan fase pertama yang sangat substansial”. Kesepakatan tersebut mencakup ditundanya rencana kenaikan tarif impor AS terhadap produk-produk asal China bulan ini, pembelian produk agri AS dalam jumlah lebih besar oleh Beijing, serta diberikannya akses pasar China kepada perbankan AS. China juga menyetujui tuntutan AS mengenai “sebuah kesepakatan tentang transparansi pasar valas dan pasar bebas”.

Terlepas dari itu, kesepakatan belum ditulis dan ditandatangani secara resmi. Kedua belah pihak masih akan melanjutkan perundingan selama beberapa pekan ke depan guna mematangkan draft yang dapat disetujui bersama. Hal ini menimbulkan keraguan mengenai apakah kesepakatan benar-benar bakal diresmikan atau berakhir batal seperti beberapa upaya negosiasi sebelumnya.

Baca Juga:   NZD / USD Stabil, Dalam Fokus Laporan RBNZ

“Pada tahap ini, tarif bagi semua sisa impor dari China ke AS masih dijadwalkan untuk diberlakukan pada tanggal 15 Desember. Karenanya, kami meyakini USD akan tetap tangguh terhadap sebagian besar mata uang lain. Partisipan pasar masih menantikan penandatanganan kesepakatan antara Presiden Trump dan Xi,” ujar Kim Mundy, seorang pakar strategi dari Commonwealth Bank of Australia.

Lee Hardman dari MUFG berpendapatan senada. Kataynya, “Masih ada jalan panjang sebelum sebuah kesepakatan sementara dimasukkan ke atas kertas.”

Ia menambahkan, “Gencatan ini tetap ‘kesepakatan hanya dalam nama’ selama tak ada mekanisme penegakan yang jelas terlampir di dalam kesepakatan tersebut. Presiden Trump telah memaparkan dua fase negosiasi lagi yang akan memasukkan diskusi lebih lanjut tentang perlindungan kekayaan intelektual dan transfer teknologi paksa. (Namun) karena kesepakatan yang lebih komprehensif masih jadi prospek jangka panjang, kami memperkirakan Yen akan membutuhkan lebih banyak optimisme sebelum kembali ke level 109.00 terhadap Dolar AS.”

Saat berita ditulis pada awal sesi New York, pasangan mata uang USD/JPY diperdagangkan di sekitar level 108.38, setelah sempat mencetak rekor terendah pada level 108.03. Pasangan mata uang lain yang sensitif terhadap perkembangan negosiasi AS-China, AUD/USD, merosot hingga 0.5 persen di kisaran 0.6760.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply