Pasca Pengumuman RBA, Reli Dolar Australia Kehilangan Energi

Bonus Welcome Deposit FBS

Reli Dolar Australia terhenti setelah menanjak sekitar 0.30 persen ke level 0.7379 terhadap Dolar AS pada awal sesi Eropa hari Selasa ini (4/Desember). Pasangan mata uang AUD/NZD juga menurun 0.12 persen ke 1.0606. Keputusan bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) untuk tak merubah suku bunga sudah sesuai dengan ekspektasi pasar, tetapi pernyataan pimpinannya memicu asumsi dovish di kalangan pakar pasar uang.

Pasca Pengumuman RBA, Reli Dolar Australia Kehilangan Energi

Dalam pengumuman tadi pagi, RBA mempertahankan suku bunga tetap pada level 1.5 persen untuk 28 bulan beruntun. Pernyataan formalnya kembali menegaskan optimisme bank sentral kalau pertumbuhan ekonomi akan kembali melaju lebih tinggi pada kuartal yang akan datang. Namun demikian, RBA juga mencatat adanya “sejumlah tanda perlambatan” dalam perdagangan dan penurunan pada harga-harga komoditas.

“Dengan perekonomian diekspektasikan terus tumbuh lebih tinggi dari tren, penurunan lebih lanjut dalam tingkat pengangguran kemungkinan terjadi,” ujar Gubernur RBA Philip Lowe, “Pasar tenaga kerja yang lebih kuat telah mendorong kenaikan pertumbuhan gaji, sebuah perkembangan bagus.”

Baca Juga:   Dolar Lebih Lembut, Investor Merenungkan Kenaikan Suku Bunga Fed Desember

Meski begitu, RBA belum akan menaikkan suku bunga, sebelum menyaksikan bahwa gaji benar-benar meningkat lebih tinggi. Di samping itu, defisit Neraca Transaksi Berjalan kuartal III/2018 tercatat hanya menyempit dari $12.1 Milyar ke $10.7 Milyar, lebih buruk dari ekspektasi awal.

Aktivitas impor, ekspor, dan bisnis terpantau mengalami perlambatan. Bahkan, data aktivitas bisnis Australia yang dirilis pada hari Senin serta laporan neraca baru-baru ini, membuat sejumlah ekonom merubah ekspektasi mereka untuk GDP kuartal III/2018.

ANZ memangkas ekspektasi pertumbuhan GDP kuartal III/2018 dari 0.6 persen menjadi 0.5 persen. RBC menguranginya dari 0.7 persen menjadi 0.6 persen. Hanya Capital Economics yang menaikkan ekspektasinya dari 0.6 persen menjadi 0.7 persen. Namun, walaupun seandainya Australia berhasil mencatat pertumbuhan 0.5 persen, hasil pertumbuhan tahunan hanya akan mencapai 3.2 persen.

Sally Auld, pimpinan ekonom JPMorgan, mengungkapkan bahwa pertumbuhan gaji masih menjadi faktor terpenting bagi RBA dalam mempertimbangkan perubahan suku bunga ke depan. “Menurut saya, pertumbuhan gaji secara luas adalah kuncinya, hal mana akan membutuhkan tingkat pengangguran untuk (turun ke) 4.5 persen dan dengan demikian perekonomian melaju lebih tinggi tahun depan… Risikonya adalah konsumsi. Apabila (konsumsi) melambat, maka kita takkan mengalami pertumbuhan tinggi dan penurunan tingkat pengangguran. Jadi, takkan ada kenaikan suku bunga pada 2019 jika itu yang terjadi.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply