Pasca Rapat RBA, Reli Dolar Australia Rentan Terkoreksi

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang AUD/USD meroket pesat selama dua hari terakhir hingga mencapai rekor tertinggi dua pekan pada level 0.6862. Namun, posisinya telah surut kembali ke 0.6838 saat berita ditulis (3/12). Basis reli Aussie sebelumnya adalah keputusan bank sentral Australia (RBA) untuk tidak mengubah suku bunga. Sikap RBA tersebut disinyalir bakal berubah dalam 1-2 bulan ke depan, sehingga basis reli dianggap rapuh.

Reli Dolar Australia Rentan Terkoreksi

Dalam pengumuman usai rapat kebijakan tadi siang, RBA memberikan pernyataan bernada optimis mengenai prospek ekonomi mendatang. Katanya, “Meskipun risiko (ekonomi global) masih condong ke bawah, beberapa risiko ini belakangan telah berkurang.”

Pernyataan tersebut memicu reli Dolar Australia terhadap beragam mata uang mayor lain, karena mengisyaratkan bahwa mereka kemungkinan tidak akan melakukan pemangkasan suku bunga lagi. Selain itu, data neraca transaksi berjalan (Current Account) kembali mencatat surplus yang cukup impresif, sehingga mengukuhkan outlook ekonomi Australia untuk jangka menengah.

“RBA menunjukkan bahwa risiko pelemahan ekonomi global telah berkurang belakangan ini. Partisipan pasar bisa jadi (juga) menerjemahkan ungkapan RBA tentang ‘penundaan panjang dan beragam dalam transmisi kebijakan moneter’ sebagai petunjuk bahwa pemangkasan suku bunga lagi pada Februari 2020 belum tentu dilakukan,” kata Joseph Capurso, seorang pakar forex di Commonwealth Bank of Australia (CBA).

Baca Juga:   USD / JPY Turun Di Perdagangan Asia

Terlepas dari itu, pendapat RBA dianggap remeh oleh sejumlah analis. Pakar dari CBA dan ANZ tidak yakin bank sentral Australia itu benar-benar tidak akan memangkas suku bunga lagi dalam beberapa bulan ke depan. CBA masih memperkirakan pemangkasan susulan pada bulan Februari dan Agustus 2020. David Plank dari ANZ juga sependapat.

“Kami terus memperkirakan pemangkasan suku bunga berikutnya pada bulan Februari, pada waktu ketika RBA telah selesai menyusun penilaian sepenuhnya terhadap data dan kemungkinan besar merevisi turun outlook pertumbuhan mereka. Hal ini semestinya cukup untuk meyakinkan (RBA) bahwa stimulus tambahan itu diperlukan,” ujar Plank.

Ia menambahkan, “Pertumbuhan harga perumahan yang kuat secara berkelanjutan merupakan satu hal yang bisa membuat RBA menunda (perubahan suku bunga). Namun, keprihatinan RBA adalah seputar kredit daripada harga perumahan itu sendiri. Dan kredit menunda siklus secara materiil, sehingga kami tak berpikir itu akan meningkat cukup tinggi untuk mencegah pemangkasan suku bunga pada bulan Februari (atau pada bulan Mei).”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply