Pasca Rilis Data GDP, Sterling Dibebani Ketidakpastian Voting Brexit Ketiga

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD sempat menguat hingga mencapai level tertinggi pada 1.3135 setelah rilis data GDP Inggris pada sesi Eropa hari Jumat ini (29/3), tetapi tergelincir lagi karena masih simpang-siurnya rencana brexit. Saat berita ditulis pada awal sesi New York, GBP/USD diperdagangkan di kisaran 1.3070, sementara pelaku pasar menantikan sebuah voting penting terkait brexit yang akan digelar oleh Parlemen Inggris.

Poundsterling Dibebani Ketidakpastian Brexit

Menurut kantor statistik Inggris, Gross Domestic Product (GDP) mengalami pertumbuhan sebesar 1.4 persen (Year-on-Year) dalam kuartal terakhir tahun lalu, mengungguli ekspektasi awal 1.3 persen. Dalam kuartal tersebut, investasi bisnis juga cuma melandai 0.9 persen (Quarter-over-Quarter), setelah merosot 1.4 persen dalam kuartal III/2018. Akan tetapi, neraca transaksi berjalan mengalami kemunduran dengan mencatat kenaikan defisit dari 23.0 Miliar menjadi 23.7 Miliar. Defisit itu lebih buruk dibandingkan estimasi konsensus yang dipatok pada 22.9 Miliar.

Secara bersama-sama, bauran berbagai data itu mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi Inggris masih tangguh. Namun, ketidakpastian brexit telah menggerogotinya sedikit demi sedikit. Berbagai perusahaan multinasional memilih untuk memindahkan kantor atau merelokasi investasi ke benua Eropa, ketimbang Inggris. Demikian pula, banyak perusahaan-perusahaan Inggris menunda rencana ekspansinya karena belum tahu bagaimana aturan perdagangan pasca brexit kelak. Akibatnya, investasi bisnis mengalami penurunan dan neraca transaksi berjalan pun melemah.

Baca Juga:   Harga Minyak Melonjak Karena Produsen Sepakat Mengendalikan Pasar

Sementara itu, investor dan trader menantikan voting ketiga atas draft kesepakatan brexit yang akan diadakan malam ini. Sejumlah anggota parlemen Inggris dari partai Konservatif yang anti-Uni Eropa berbalik menyatakan akan mendukung draft tersebut, setelah menolaknya mentah-mentah dalam dua kali voting sebelumnya. Meski demikian, sejumlah anggota Parlemen tetap bersikukuh menolak draft tersebut, khususnya dari perwakilan partai Democratic Unionist Party (DUP). Hal ini membuat pasar memperkirakan parlemen tetap bakal gagal mencapai mufakat.

“Pound kemungkinan sudah memperhitungkan hasil dari (voting) malam ini, (yaitu) kegagalan draft kesepakatan itu, dikarenakan kurangnya dukungan dari DUP. Jelas akan mengejutkan jika kesepakatan itu disetujui malam ini, dan (apabila itu terjadi) maka kemungkinan bisa menjadi hasil yang paling positif dalam jangka pendek bagi Pound,” kata Lee Hardman, seorang analis di lembaga keuangan terkemuka MUFG.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply