Pejabat Bank Sentral Jepang Bahas Risiko Suku Bunga Rendah

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Yen Jepang terus menguat berkat kemerosotan minat risiko di pasar finansial global. Pada awal sesi Eropa hari Rabu ini (26/12), USD/JPY melemah 0.07 persen ke kisaran 110.37, sementara EUR/JPY menurun 0.10 persen ke 125.84. Sementara itu, rilis notulen rapat kebijakan bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) yang dirilis hari ini mengungkap bahwa para pejabatnya memperdebatkan risiko suku bunga rendah berkelanjutan bagi stabilitas pasar finansial setempat.

Pejabat Bank Sentral Jepang Bahas Risiko Suku Bunga Rendah

Dalam notulen rapat kebijakan BoJ yang diadakan pada 30-31 Oktober lalu, terjadi silang pendapat soal fleksibilitas yield obligasi pemerintah Jepang yang saat ini ditargetkan pada nol persen untuk obligasi bertenor 10-tahunan. Salah satu anggota rapat mengatakan bahwa BoJ seharusnya bisa memperlebar kisaran yield obligasi, atau memperpendek durasi tenor yield obligasi yang dijadikan sasaran kebijakan.

Namun, anggota rapat lainnya memperingatkan bahwa karena inflasi tetap rendah, maka peningkatan fleksibilitas seperti itu bisa memunculkan keraguan pada komitmen BoJ untuk mencapai target inflasi yang telah ditentukan. Dengan kata lain, walaupun ada risiko ketidakstabilan kondisi pasar finansial akibat kebijakan saat ini, tetapi sebaiknya tidak dilakukan perubahan apapun.

Baca Juga:   Pernyataan Bank Sentral Lumpuhkan Dolar Australia

Perdebatan seperti ini telah berulang kali terjadi dalam rapat kebijakan BoJ sebelumnya. Namun, pimpinan BoJ, Haruhiko Kuroda, biasanya memilih untuk tidak merubah kebijakan sama sekali. Suku bunga acuan Jepang tetap di bawah nol, dan program pembelian obligasi terus dilanjutkan dengan target yield nol persen untuk obligasi bertenor 10-tahunan.

Sementara itu, sejumlah data ekonomi lainnya dari Jepang untuk bulan Oktober yang dirilis hari ini cenderung beragam. Japan Coincident Index mencapai 104.9, melampaui ekspektasi yang dipatok pada 104.5. Namun, Japan Leading Economic Index hanya mampu mencatat angka 99.6, jauh di bawah ekspektasi 104.5.

Dengan demikian, keunggulan Yen saat ini murni berasal dari kemerosotan minat risiko pasar akibat memburuknya proyeksi pertumbuhan ekonomi global dan eskalasi ketegangan politis di Amerika Serikat. Sebagaimana diketahui, shutdown kembali diberlakukan untuk ketiga kalinya atas sejumlah lembaga federal AS mulai akhir pekan lalu akibat kegagalan Gedung Putih dan Parlemen untuk mencapai kesepakatan dalam pembentukan rencana anggaran dan belanja negara. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga meningkatkan tekanannya dalam upaya untuk mengintervensi kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply