Pejabat ECB Beri Sinyal Stimulus Masif, Euro Longsor

Bonus Welcome Deposit FBS

Komentar seorang pejabat bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) memicu aksi jual Euro hari ini (16/8), karena mengisyaratkan akan diluncurkannya stimulus moneter dalam jumlah sangat besar. Pasangan mata uang EUR/USD anjlok hingga 0.3 persen ke level terendah dua pekan pada kisaran 1.1077 dalam perdagangan sesi Eropa. Saat berita ditulis, Euro bahkan telah merosot hingga 0.9 persen versus Poundsterling ke kisaran 0.9100.

Euro Longsor Pejabat ECB Beri Sinyal Stimulus Masif

Olli Rehn, gubernur bank sentral Finlandia dan anggota dewan kebijakan ECB, menyampaikan bahwa ECB akan meluncurkan stimulus berskala lebih masif dalam rapat bulan September mendatang. Saat diwawancarai di kantornya di ibukota Finlandia pada hari Kamis, Rehn mengutarakan bahwa stimulus semestinya terdiri atas program pembelian obligasi yang “substansial dan memadai” serta pemangkasan suku bunga acuan bank sentral.

“Yang penting adalah bahwa kami memberikan sebuah paket kebijakan yang signifikan dan berdampak pada bulan September,” kata Rehn, “Saat Anda bekerja dengan pasar finansial, acap kali lebih baik untuk menyasar lebih dari target daripada kurang dari target, dan lebih baik untuk memiliki sebuah paket (kebijakan moneter longgar) yang amat kuat daripada (sekedar) mengutak-atik (kebijakan yang sudah ada).”

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 12/04/2019 - EKSPOR CHINA REBOUND NAMUN IMPOR TURUN TAJAM DI MARET

Sebelumnya, pelaku pasar telah mengekspektasikan ECB akan meluncurkan paket kebijakan moneter longgar baru dalam bentuk pembelian obligasi atau pemangkasan suku bunga, sesuai dengan pernyataan resmi bank sentral pasca rapat kebijakan sebelumnya. Namun, komentar Rehn mengindikasikan bahwa skala paket kebijakan mendatang kemungkinan jauh lebih besar dibandingkan ekspektasi pasar.

Laporan GDP (Gross Domestic Product) Zona Euro untuk kuartal II/2019 kemarin menunjukkan penurunan pertumbuhan yang cukup signifikan di seantero benua biru, bahkan ada sinyal resesi di Jerman. Prospek GDP sepanjang sisa tahun ini juga cukup suram, karena masih berlanjutnya perang dagang AS-China dan ketidakpastian brexit yang menjadi biang instabilitas ekonomi. Oleh karena itu, ada alasan kuat bagi investor dan trader untuk mengekspektasikan skala stimulus moneter masif dari ECB dalam waktu dekat, khususnya jika ECB ingin mencegah kemerosotan ekonomi yang lebih buruk lagi tahun depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply