Pelemahan Dolar Australia Disinyalir Bagus Bagi Pertumbuhan Ekonomi

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia merosot lagi sebesar 0.16 persen terhadap Dolar AS ke 0.7101 dalam perdagangan intraday hari Selasa ini (11/September), sehingga menggenapkan keterpurukannya di level terendah sejak bulan Februari 2016. Bahkan, pakar strategi mata uang dari Macquarie Bank memperkirakan bahwa AUD/USD bisa merosot lagi ke kisaran 0.70 dalam beberapa hari ke depan jika ada imbas negatif dari berita-berita terkait bea impor dan Tiongkok. Namun demikian, ada optimisme kalau pelemahan AUD/USD justru bisa menguntungkan perekonomian Australia di tengah eskalasi konflik perdagangan global.

Dolar Australia Terendah Sejak Februari 2016

Tadi pagi, setelah dibuka pada kisaran 0.7100, AUD/USD sempat menanjak tipis di awal sesi Asia karena adanya kabar bahwa National Australia Bank (NAB) tidak akan ikut-ikutan bank-bank besar Australia lainnya dalam menaikkan suku bunga hipotek. Akan tetapi, Aussie berbalik anjlok lagi setelah dikabarkan terjadi aksi jual di bursa saham Tiongkok pada akhir sesi Asia.

Pergerakan sideways berlanjut hingga awal sesi Eropa, karena tak adanya berita ekonomi berdampak besar hari ini. Namun demikian, prospek ekonomi Australia di tengah tarik-ulur perang dagang AS-Tiongkok masih menjadi sorotan pelaku pasar.

Baca Juga:   BERITA SAHAM 18/07/2018 - PRIMA CAKRAWALA MASIH SIMPAN SISA DANA IPO Rp8,5 MILIAR

Dolar Australia telah merosot lebih dari 12 persen terhadap Greenback sejak akhir Januari 2018, salah satunya gara-gara isu perang dagang. Namun, Macquarie Bank justru mensinyalir bahwa apabila pelemahan Dolar Australia berlanjut, maka akan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Australia sebanyak 1-1.75 persen dalam 2-3 tahun ke depan.

Perkiraan itu didasarkan pada proyeksi kenaikan pendapatan dari ekspor dan tekanan inflasi, lantaran ekspektasi bahwa harga barang ekspor Australia bakal lebih menarik bagi orang asing. Hal ini boleh jadi juga akan disambut baik oleh para pengambil kebijakan, termasuk pejabat bank sentral Australia yang hingga saat ini belum mengungkapkan keluhan terkait pelemahan mata uangnya.

“Nilai tukar yang lebih rendah, jika berkelanjutan, kemungkinan memberikan stimulus netto bagi perekonomian,” ujar Justin Fabo dan Ric Deverell dari Macquarie, sebagaimana dikutip oleh Business Insider Australia. Mekanisme transmisi terutama datang dari sektor perdagangan yang telah berkontribusi signifikan dalam perekonomian di semester I/2018. Apalagi, orang Australia cenderung mengimpor lebih sedikit barang dari luar negeri ketika nilai tukar mata uangnya terdepresiasi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply