Penasehat Gedung Putih Tolak Batalkan Tarif Impor China, USD Melejit

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) melonjak hingga lebih dari 0.2 persen ke level 98.34 pada sesi New York hari Jumat ini (8/11), setelah seorang penasehat Presiden AS Donald Trump menampik kabar bahwa Washington akan membatalkan tarif yang diberlakukan bagi produk-produk impor dari China. Sentimen pasar memburuk, sehingga Dolar AS dan Yen Jepang menghadapi kenaikan minat beli versus aset-aset berisiko lebih tinggi. Saat berita ditulis, USD/JPY telah tergelincir sebesar 0.15 persen ke level 109.12.

Penasehat Gedung Putih Tolak Batalkan Tarif Impor USD Melejit

Kemarin, Juru bicara Kementrian Perdagangan China mengatakan bahwa Amerika Serikat dan negaranya telah menyetujui rencana pembatalan tarif impor yang berlaku saat ini dalam beberapa fase. Menurutnya, apabila kesepakatan dagang fase-1 disepakati, maka kedua belah pihak akan membatalkan semua tarif impor dalam waktu yang sama.

Penasehat Gedung Putih untuk bidang ekonomi, Larry Kudlow, mengamini prospek pembatalan tarif impor tersebut dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg beberapa jam kemudian. Akibatnya, pelaku pasar langsung memindahkan dana mereka dari aset-aset safe haven menuju aset-aset berisiko. Namun, pernyataan terbaru dari penasehat Gedung Putih yang lain justru menyiratkan ketidakpastian, sehingga arus perpindahan itu terhenti sejak sesi Eropa tadi siang.

Baca Juga:   Pares, Kerugian Dolar Sebagai Yellen Kembali Melanjutkan Kebijakan Fed

Penasehat Gedung Putih Peter Navarro, mengatakan dalam sebuah dialog di kanal televisi Fox Business, “Tidak ada persetujuan pada saat ini untuk menghapus tarif (impor) apapun yang sudah diberlakukan (oleh Washington) sebagai persyaratan untuk kesepakatan fase pertama (antara AS dan China)”. Lebih lanjut, Navarro menyiratkan bahwa Presiden AS Donald Trump bisa jadi merasa enggan untuk memberikan konsesi semacam itu dalam kesepakatan fase pertama. Ia menilai berita tentang pembatalan tarif itu hanyalah propaganda media ala Beijing saja.

Tak lama setelah Navarro menyampaikan sinyalemen yang menggemparkan itu, media-media melansir spekulasi seputar perpecahan di kalangan elite Gedung Putih tentang bagaimana menindaklanjuti rancangan kesepakatan dagang dengan China. China telah berulangkali menyatakan bahwa tarif impor kedua belah pihak harus dihapus sebagai wujud dari itikad baik sebelum ditandatanganinya kesepakatan. Namun, pihak AS sepertinya ragu untuk melakukan hal yang sama karena masih merasa di atas angin dalam polemik perang dagang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply