Pengangguran Inggris Berkurang, GBP Menguat Tipis

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling menguat sejengkal pada awal sesi New York hari ini (10/9), setelah rilis data ketenagakerjaan Inggris pada sesi Eropa. Laporan menunjukkan kondisi sektor ketenagakerjaan yang lebih baik dibandingkan estimasi awal, sehingga meningkatkan optimisme pasar mengenai kesehatan ekonomi Inggris. Akan tetapi, ketidakpastian brexit masih menjadi momok yang membayangi outlook perekonomian dan mata uang.

Pengangguran Inggris Berkurang GBP Menguat Tipis

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa tingkat pengangguran Inggris menurun dari 3.9 persen menjadi 3.8 persen pada bulan Juli 2019. Dalam kurun waktu yang sama, Indeks Pendapatan Rata-rata (+Bonus) juga menunjukkan pertumbuhan 4.0 persen. Pencapaian itu lebih tinggi dibandingkan kenaikan 3.8 persen pada periode sebelumnya, sekaligus mengungguli estimasi awal yang hanya 3.7 persen.

Data Claimant Count Change pun menampilkan kinerja cukup baik pada bulan Agustus 2019. Jumlah klaim tunjangan pengangguran hanya dari 19.8k menjadi 28.2k, bukan menjadi 29.3k sebagaimana diperkirakan sebelumnya.

Secara keseluruhan, data ketenagakerjaan kali ini mendukung laporan GDP Inggris kuartal II/2019 kemarin yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tetap perkasa di tengah tantangan brexit. Pelaku pasar semakin optimis Inggris akan mampu melewati masa-masa sulit tanpa terjerumus dalam resesi.

Baca Juga:   Aussie, Kiwi Mencapai Tertinggi 10 Bulan Terhadap Mitra AS Dan Minyak Rebound

“Pertumbuhan ketenagakerjaan tahunan boleh jadi takkan naik lagi, tetapi masih sedikit di atas rerata jangka panjangnya yang sebesar 1 persen, dan tingkat pengangguran tetap berada dalam level terendah 45 tahun. Jadi, pasar tenaga kerja masih nampak siap untuk menyediakan dukungan solid bagi perekonomian dalam beberapa tahun ke depan dan bisa mencegah Bank of England (BoE) menjadi terlalu dovish dalam menanggapi perlambatan ekonomi global dalam rapatnya pekan depan,” kata Ruth Gregory dari Capital Economics.

Meski demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai perkembangan apapun yang akan muncul dari perundingan brexit antara Inggris dan Uni Eropa. Parlemen Inggris mulai disuspensi hari ini, tepat setelah para wakil rakyat sukses menggolkan perundangan yang akan memaksa PM Boris Johnson untuk memohon pengunduran deadline brexit kepada UE jika gagal mencapai kesepakatan tepat waktu. Namun, PM Boris Johnson agaknya masih ngotot untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa pada tanggal 31 Oktober, tak peduli apakah ada kesepakatan atau tidak.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply