Pengangguran Meningkat, Dolar Australia Merosot Drastis

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang AUD/USD merosot hingga sekitar 0.7 persen ke kisaran 0.6780 dalam perdagangan hari ini (19/9). Aussie ditekan oleh peningkatan pengangguran, sementara Greenback didukung oleh pengumuman kebijakan Federal Reserve yang dinilai lebih hawkish oleh pelaku pasar.

Dolar Australia Merosot Drastis

Dalam pengumuman tadi pagi, bank sentral AS memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dan memproyeksikan satu kali pemangkasan lagi sebelum akhir tahun. Paparan pengumuman itu menyiratkan arah kebijakan tak selonggar estimasi pelaku pasar sebelumnya, sehingga kekecewaan memicu aksi jual saham dan aksi beli Dolar AS di pasar keuangan global.

Salah satu mata uang yang menderita dampak paling besar adalah Dolar Australia. Pasalnya, bank sentral Australia (RBA) diperkirakan akan melakukan pemangkasan suku bunga lagi dalam tahun ini. Dalam konteks tersebut, pelaku pasar menilai arah kebijakan Fed lebih hawkish daripada RBA. Tekanan terhadap Aussie semakin besar, setelah Australian Bureau of Statistics (ABS) mempublikasikan data ketenagakerjaan.

ABS melaporkan bahwa pengangguran meningkat dari 5.2 persen menjadi 5.3 persen pada bulan Agustus 2019, sesuai ekspektasi pasar. Rekrutmen tenaga kerja juga berkurang dari 41.1k menjadi 34.7k, walaupun lebih baik dibandingkan estimasi yang dipatok pada 10.0k.

Baca Juga:   USD/CAD Volatile Pasca Meroketnya Data GDP Kanada

Notulen rapat kebijakan RBA yang dipublikasikan awal pekan ini mengungkapkan bahwa mereka siap memangkas bunga lagi. Kebijakan moneter longgar masih dianggap sebagai solusi untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja, menggenjot inflasi, dan menopang pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, peluang pemangkasan suku bunga RBA semakin besar ketika data-data ketenagakerjaan, inflasi, dan GDP melemah. Padahal, prospek pemangkasan suku bunga cenderung menggerogoti nilai tukar mata uang.

Dibandingkan Dolar Australia, Dolar New Zealand menampilkan performa lebih prima. NZD/USD diperdagangkan hanya melemah 0.1 persen di kisaran 0.6310 pada sesi Eropa, karena laporan GDP New Zealand sukses menanggulangi tekanan USD.

Statistics New Zealand melaporkan bahwa pertumbuhan GDP kuartal II/2019 mencapai 0.5 persen (Quarter-over-Quarter), menepis estimasi 0.4 persen yang diperkirakan para ekonom. Sayangnya, pertumbuhan GDP tahunan lengser dari 2.5 persen menjadi 2.1 persen (Year-on-Year), sehingga data tersebut juga gagal mendorong rebound Dolar New Zealand versus Dolar AS.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply