Penjualan Eceran Inggris Meningkat, Sterling Menguat Terbatas

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD melesat sekitar 0.2 persen ke kisaran 1.2822 pada pertengahan sesi Eropa hari Jumat ini (15/2). Pemicunya adalah laporan ekonomi Inggris yang memuat peningkatan data penjualan eceran (Retail Sales) hingga jauh melampaui ekspektasi pada bulan Januari. Sterling juga terpantau menguat terhadap Euro dan Yen. Posisi EUR/GBP telah merosot lebih dari 0.3 persen ke kisaran 0.8794, sementara GBP/JPY melejit sekitar 0.2 persen ke level 1.2825.

Penjualan Eceran Inggris Meningkat, Sterling Menguat

Menurut kantor statistik Inggris (ONS), penjualan eceran di pusat-pusat perbelanjaan meroket setinggi 1.0 persen (MoM) dalam bulan Januari, lebih tinggi dari ekspektasi yang dipatok pada 0.2 persen saja. Dalam basis tahunan, penjualan eceran juga meningkat pesat dari 3.1 persen menjadi 4.2 persen dalam periode yang sama. Angka tersebut merupakan pencapaian terbaik sejak bulan April 2017.

Sementara itu, Core Retail Sales menampilkan performa lebih prima dengan mencetak rekor kenaikan 1.2 persen (MoM), atau melaju 4.1 persen secara YoY. Semuanya mengindikasikan tetap solidnya minat belanja masyarakat Inggris, walaupun deadline Brexit tinggal menghitung hari.

Baca Juga:   Analisa EURJPY SENIN 13/04/2015 dengan ASI (Analisa Simple)

Sayangnya, positifnya sektor konsumen tidak lantas berdampak besar terhadap outlook ekonomi Inggris. Khususnya karena upaya pemerintah Inggris untuk mendapatkan solusi bagi kebuntuan negosiasi Brexit masih nihil hingga saat ini.

Pada hari Kamis malam, Parlemen Inggris menolak sebuah mosi yang secara tersirat akan menghapus kemungkinan “No-Deal Brexit”. Mosi yang dipromosikan oleh PM Theresa May tersebut tak disetujui oleh anggota parlemen Pro-Brexit yang menganggapnya sebagai upaya untuk membatalkan proses untuk mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa. Saat ini, satu-satunya pilihan yang tersedia bagi PM May hanyalah membujuk para pejabat Uni Eropa untuk melakukan negosiasi ulang guna memperoleh konsesi tambahan yang dapat mendorong anggota parlemennya meratifikasi kesepakatan Brexit mendatang.

Kristoffer Kjær Lomholt, analis senior di Danske Bank, mengungkapkan, “Saat ini nampaknya kita harus sangat dekat dengan deadline 29 Maret (ingat, ada pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa pada 21-22 Maret) untuk mendapatkan kejelasan, atau sedikit anggota di parlemen yang akan mendesak May untuk meminta perpanjangan Article 50 pada akhir bulan ini. Tekanan meningkat dimana-mana.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply