Penjualan Ritel AS Agustus Loyo, Juli Melonjak

Bonus Welcome Deposit FBS

Data Penjualan Ritel bulan Agustus yang dirilis Jumat malam ini (14/September) melengkapi rangkaian laporan ekonomi mengecewakan dari Amerika Serikat selama sepekan terakhir. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi AS kuartal III/2018 diperkirakan tetap kuat, karena data bulan Juli direvisi naik. Oleh sebab itu pula, Indeks Dolar AS menggeliat seusai publikasi laporan ini dengan meningkat 0.20 persen ke 94.73, meskipun sempat terpuruk pada sesi Asia dan Eropa.

Penjualan Ritel AS

Setelah indeks inflasi produsen dan inflasi konsumen bulan Agustus dikabarkan meleset dari ekspektasi, kini penjualan ritel hanya mampu mencatat kenaikan 0.1 persen dalam sebulan, padahal awalnya diperkirakan akan meningkat 0.4 persen. Kenaikan penjualan paling tipis sejak awal tahun 2018 tersebut terjadi akibat pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh masyarakat AS, khususnya belanja pakaian dan kendaraan bermotor.

Terlepas dari itu, data laju Penjualan Ritel bulan Juli direvisi naik dari 0.5 persen menjadi 0.7 persen. Penjualan Ritel Inti ternyata juga melonjak 0.9 persen pada periode tersebut, lebih tinggi dibandingkan angka 0.5 persen yang dilaporkan sebelumnya.

Baca Juga:   Outlook Mingguan FOREX : 12-16 Agustus 2013

Menurut liputan media CNBC, belanja konsumen masih kuat dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi AS dalam jangka pendek karena didukung oleh pengetatan pasar tenaga kerja, khususnya berhubungan dengan peningkatan gaji. Pada bulan Agustus, pertumbuhan gaji tahunan dilaporkan meningkat dengan laju tercepat dalam lebih dari 9 tahun terakhir. Selain itu, belanja konsumen juga bergairah berkat pemangkasan pajak yang diluncurkan oleh Presiden AS Donald Trump pada awal kepemipinannya.

Meskipun demikian, konflik perdagangan antara AS dengan Tiongkok mengancam keberlanjutan outlook ekonomi AS dalam jangka panjang. Pekan lalu, Presiden Trump mengancam akan menerapkan bea impor atas semua produk Tiongkok; hal mana langsung dibalas Beijing dengan rencana untuk mengangkat kembali kasus anti-dumping AS ke World Trade Organization (WTO).

Beberapa hari lalu, Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin sempat menyampaikan undangan pada Beijing untuk kembali berjumpa di meja negosiasi. Namun, tak lama kemudian Presiden Trump kembali melontarkan komentar kontroversial yang menggugurkan kredibilitas Mnuchin. Di akun Twitter-nya, presiden AS ke-45 itu mengatakan, “Kita tidak dalam tekanan untuk membuat kesepakatan dengan Tiongkok. Merekalah yang terdesak untuk membuat kesepakatan dengan kita. Pasar kita melesat, mereka kolaps. Kita akan segera membawa pulang miliaran (Dolar) bea impor dan memproduksi berbagai barang di dalam negeri.”

Baca Juga:   Perdagangan USD / CAD Dekat Tertinggi 6 Bulan Setelah Laporan AS

Sikap Trump tersebut membuat banyak pakar memperkirakan sebuah resolusi terkait perang dagang takkan tercapai dalam waktu dekat, walaupun sejumlah perusahaan AS telah menyampaikan keluhan mengenai dampak buruknya. Bahkan, konflik ini dikhawatirkan bisa berlanjut hingga setelah tahun 2019 berakhir.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply